Jumat, 02 Januari 2015

Misteri Padang 12, Kota Mewah di Kalimantan Barat

Kota mewah dengan penduduk yang sangat sejahtera itu berada di

Provinsi Kalimantan Barat. Tepatnya di Kabupaten Ketapang atau sekitar

30 menit melalui jalur udara dari Bandara Supadio Kota Pontianak.

Masyarakat Ketapang biasa menyebut wilayah itu dengan nama Padang 12

(dua belas).

Konon, bagi mereka yang pernah melihat kota itu, wilayah ini tampak

lebih bersih dan indah dibanding negara maju yang ada dibelahan bumi

manapun. Rumah mewah dan kendaraan seperti mobil Ferrari dan Roll

Royce atau motor Harley Davidson menjadi pemandangan yang biasa

melintas di kota ini. Bahkan pesawat pribadi maupun kapal pesiar juga

dimiliki penduduknya.

Namun, ini merupakan Kota Ghaib yang ada di Ketapang. Tidak semua mata

manusia dapat melihatnya. Bagi orang awam, wilayah yang terletak

diantara Kecamatan Kendawang dan Pesaguan ini hanya tanah kosong

seluas 12 KM persegi yang dipenuhi oleh pohon pinus dan ilalang

layaknya sebuah padang rumput. Itulah alasan mengapa daerah ini

disebut Padang 12.

Masyakarat Ketapang menyebut penduduk di Padang 12 dengan sebutan

Orang Kebenaran. Sosoknya tidak berbeda dengan wujud manusia pada

umumnya. Hanya saja, mereka tidak memiliki belahan diantara bawah

hidung dan di atas bibirnya.

Masyarakat Ketapang mempercayai bahwa Orang Kebenaran atau juga biasa

disebut Orang Limun ini adalah golongan manusia suci yang jujur dan

taat beribadah. Namun tidak sedikit pula yang beranggapan mereka

adalah sekelompok jin muslim yang sudah ribuan tahun menempati wilayah

itu.

Menurut salah seorang warga Ketapang, Dodi, aktivitas Orang Kebenaran

ini juga layaknya manusia biasa. Mereka terkadang juga pergi ke pasar

yang ada di wilayah Ketapang untuk membeli kebutuhan mereka. Uniknya,

mereka tidak selalu menggunakan uang sebagai alat pembayaran.

Terkadang, Orang Kebenaran ini menggunakan kunyit atau rempah yang

biasa dijadikan bahan masakan sebagai alat tukar.

"Kalau orang Padang 12 membayar pakai kunyit. Tapi kunyit itu besoknya

jadi emas," ujar Dodi saat berbincang dengan Liputan6.comdi Ketapang

beberapa waktu lalu.

Dodi menuturkan, pernah suatu waktu ada seorang warga bertemu dengan

nenek-nenek pada malam hari di sekitar Pasar Ketapang. Si nenek

tersebut minta diantar pulang. Namun, ketika sampai di dekat kawasan

Padang 12, si nenek yang membonceng sepeda motornya sudah hilang.

"Orang itu ikhlas menolong nenek, jadi pas sampai rumah di motornya

ada kunyit emas," tuturnya.

"Pokoknya bagi yang pernah ke Padang 12, mereka pasti kagum dengan

kota itu. Ceritanya di sana itu bersih, indah, dan sudah sangat maju,"

lanjut Dodi.

Ada juga cerita menarik yang hingga ini sudah tersebar di Ketapang.

Yaitu mengenai artis Rhoma Irama yang konon pernah diundang untuk

menyanyi di Padang 12. Raja Dangdut itu mengaku sudah 2 kali manggung

di Ketapang. Tapi hampir seluruh warga Ketapang menyebut Rhoma baru

pertama kali manggung di Ketapang.

"Ceritanya bang haji Rhoma itu heran. Katanya Kota Ketapang yang saat

dia manggung pertama sangat megah, kok sekarang berubah," terang Dodi.

Sayangnya, Liputan6.comsaat ke Ketapang beberapa hari lalu tidak bisa

menjangkau wilayah tersebut. Padahal jaraknya hanya sudah tinggal

sekitar 2 km. Dodi tiba-tiba berubah pikiran dan meminta kami

mengurungkan niat ke sana malam itu. Ia beralasan, selain jam sudah

menunjukkan pukul 01.00 dinihari hujan deras disertai petir terus

mengiringi perjalanan kami. Jalan menuju ke sana pun sangat gelap

gulita lantaran belum tersedia penerangan jalan.

"Percuma pun ke sana. Tak bisa kita lihat apa-apa, gelap. Lebih baik

kembali, hujan sangat deras," terang warga melayu itu sambil memutar

mobilnya.



Sumber : liputanenam.com