Selasa, 13 Januari 2015

KSAD Siap Mundur Jika Swasembada Pangan Tak Terwujud Dalam Waktu 3 Tahun

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku

optimistis bahwa TNI AD bisa membantu mewujudkan swasembada pangan

dalam tiga tahun ke depan. Jika target itu tidak terwujud, Gatot

berjanji akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai KSAD.

"Apabila dalam waktu tiga tahun tidak bisa swasembada pangan, maka

saya akan mengundurkan diri," ujar Gatot seusai menghadiri silaturahim

KSAD dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) provinsi,

kabupaten, kota, dan komponen masyarakat se-wilayah Jawa Barat dan

Banten, di Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (13/1/2015).

Janji ini merupakan bentuk komitmen Gatot dalam melaksanakan tugas

Presiden Joko Widodo yang menargetkan bahwa Indonesia berswasembada

pangan dalam waktu 3 tahun. Menurut Gatot, Presiden sudah

memerintahkan semua pihak dalam TNI Angkatan Darat untuk membantu

mewujudkan hal itu.

"Ini perintah Presiden, saya yakin ini sangat mungkin dan pasti bisa," katanya.

Gatot mengatakan, dulu seluruh jajaran Kodam pernah mengikuti kegiatan

pelatihan swasembada pangan di Bone, Sulawesi Selatan.

"Hasilnya sangat signifikan, pada tahun 2008-2014 selalu meningkat.

Target 2 juta ton terlampaui," katanya.

Hasil itu pun menjadi salah satu hal yang membuat pihaknya optimistis

dalam mewujudkan swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan.

"Kemarin 500 orang hadir untuk membicarakan runtutan swasembada pangan

ini. Nanti pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi di wilayah

masing-masing," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Jawa

Barat saat ini masih menjadi pemasok terbesar taraf nasional untuk

padi. Menurut dia, Pemprov Jabar terus berupaya meningkatkan produksi

pangannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang

ditargetkan Presiden Jokowi dalam tiga tahun ke depan.

"Selama ini, Jabar jadi pemasok padi terbesar nasional, 18 persen

lebih kurang. Sekarang ditargetkan lebih banyak dari itu. Kami optimis

tambah 1,5 juta ton, target besar sampai 2 juta ton gabah kering

giling," katanya.

Kini, lanjut Heryawan, Pemprov Jabar sedang memperluas lahan sawah,

khususnya di Jabar bagian selatan. Pria yang akrab disapa Aher ini

berharap, dengan dibantu oleh TNI, pihaknya dapat lebih memperkokoh

kedaulatan pangan, khususnya di Jawa Barat.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama dan bantuan dari TNI, target kita

tercapai untuk memperkokoh, mempertahankan, dan menambah produksi

pangan kita," harapnya.

Kerja sama Pemprov Jabar dan TNI ini ditandai dengan nota kesepahaman

(MoU) tentang Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian yang

ditandatangani bersama oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim. Penandatanganan

dihadiri oleh KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama unsur

Forkopimda se-Jawa Barat dan Banten, di Graha Tirta Siliwangi, Selasa.



Sumber : Kompas.com