Tampilkan postingan dengan label OASE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OASE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Biarlah Orang-orang Bicara Tentang Kita

Umur hidup itu, tak beda dengan temapt jual beli berbagai macam barang. Ada barang yang bagus dan juga yg jelek. Orang yang berakal, pasti akan membeli barang yang bermutu meski harganya mahal. Karena barang itu lebih awet dara barang jelek meski harganya murah. "Orang yg tahu kemuliaan alam semesta harus meraih sesuatu yang paling mulia yg ada di alam semesta ini. Dan sesuatu yang paling mahal nilainya di dunia ini adalah, mengenal Allah swt,"

Sseorang yang mengenal Allah swt, berarti ia mengetahui ke-Maha Besaran-Nya. Berarti juga mengetahui kekerdilan dirinya, kelemahan dirinya, ketergantungan dirinya dengan Yang Maha Berkuasa. Pengenalan seperti ini yg bisa memunculkan kekuatan dan ketangguhan dalam mengarungi glombang kahidupan. Tiddk takut, tiddk lemah, dan tidak tergantung kepada siapa pun, kecuali Allah dan selama berada di jalan Allah tidak senang, tidak gembira dan tidak bersukacita kecuali bersama Allah.

Masruq, seorang mufassir yang juga sahabat Said bin Jubair, yang pernah berujar, "Tak ada lagi yg lebih menyenangkan dari menempelkan wajahku di tanah (sujud). Aku tidak pemah bersedih karena ssuatu mlebihi kesedihanku karena tidak bisa sujud kepada Allah."

Sujud adalah saat-saat seorang hamba yang paling dekat dengan Allah. Sujud, juga tanda ketundukan dan kerendahan seorang hamba di hadapan Allah. Sujud, juga merupakan kepasrahan, ketaatan, kerinduan dan kecintaan seorang hamba pada Sang Maha Mematikan.

Sahabat.., kita sedang menanti detik demi detik kematian yang pasti mnjemput. Mnunggu saat kita menarik nafas terakhir, dan menghembuskannya lagi utk yg terakhir. Saat udara dingin merayap dari ujung jemari kaki hingga bagian kepala. Saat mata terkatup dan tak bisa terbuka lagi. Ketika badan terbujur dan tak bisa bergerak. Ketika kita masuk dalam keranda, dan diangkat oleh anggota keluarga dan teman2 kita. Setelah itu, biarlah orang2 berbicara tentang kita…

Menyerahkan Diri kepada Allah
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu
dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. (Syeikh Abdul QadirJailani)

ketika ibumu melahirkanmu, engkau menangis menjerit, sementara orang2 diskitarmu tertawa bahagia... dan ketika ajal menjemput, disaat orang2 disekitarmu menangis sedih, ruhmu tersenyum gembira.. (sajak Imam r.a)
MAKA... tunjukilah kami jalan yg lurus, yaitu jalan org2 yang tlh Engkau anugrahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang di murkai & bkn pula jalan mereka yang sesat

Selasa, 31 Mei 2011

Cerita Cinta Sederhana

Adikku, cerita cinta sederhana yang menyentuhmu mampu menerbangkanmu, menaungi dan menerangimu hingga keseluruhan langit kehidupan, sesaat seperti indah... Memang aneh- Kadang satu nama yang sering menghiasi fikiran kita begitu mudah memalingkan hampir keseluruhan hidup ini. Hingga saatnya tiba, kenyataan mematahkan harapan, merasa gagal dan tak berguna,..sadarilah, menunduklah.. renungkanlah sekali lagi, apa sebenarnya tujuan kita dibangunkan tadi pagi dan ribuan pagi sebelumnya? Sesungguhnya, cahaya yang kita butuhkan itu sedikit, porsi cinta yang terlalu banyak akan membakar dan membutakanmu. Jika kamu tidak bisa melupakan orang yang kamu cintai, itu wajar karena kamu terlalu sering melihat kebelakang, coba lihat kedepan; lihat 40 tahun kedepan, dia pasti akan jadi nenek nenek atau kakek kakek atau mungkin udah dikubur, mungkin juga kamu yang dikubur duluan ^_^ Adikku, jangan memendam Kekecewaan. Cairkan dengan maaf dan Arahkan.. Renungkanlah gas yang Bergejolak dalam sebuah tabung Elpiji. Hanya orang yang cerdas yang bisa mengalirkannya menjadi manfaat manfaat tapi juga sangat berbahaya bila terus dipendam hingga meledak. Seperti itulah kekecewaan, kita pun bisa mengalirkan kekecewaan mendalam kedalam karya karya berkualitas.. Orang bahagia adalah bukan mereka yang tidak pernah kecewa, tapi mereka yang mampu memaafkan dan melepaskan kekecewaan itu kemudian berdiri mengendalikannya. Lihat dengan Cerdas. Ada energi besar dalam kekecewaan mendalam yang bisa kita arahkan kedalam hal hal Positive. Hal pertama yang harus kita perlihatkan kepada calon pasangan kita adalah kekurangan kita, sehingga kelebihan kita akan menjadi 'hadiah' untuknya saat dia mengetahui dengan sendirinya nanti. Katakanlah; "Aku bukan orang yang sempurna, dan kamulah penyempurna-hidupku, menyempurnakan kebahagiaan menuju kebahagiaan yang sempurna disisi Allah kelak.." Adikku, kita tidak bertanggungjawab atas apa yg orang pikirkan tentang kita, tapi kita bertanggungjawab atas apa yang telah kita lakukan sehingga mereka 'berfikir' tentang kita. Adikku, Hal yang sering tidak kita sadari dan membuat kita jatuh dan merasa tidak berguna; Adalah ketika, kita lupa menyayangi hati dan diri sendiri, kemudian terus menerus menyalahkannya. Padahal semua dari kita tahu, bahwa semua orang ga ada yang sempurna dan masing masing mereka sibuk memikirkan .. k e k u r a n g a n n y a. Ketahuilah, biasanya laki laki berkata apa yang mereka fikirkan, sementara wanita berkata apa yang mereka rasakan.. Jadi kesimpulannya, "rahasia kebahagiaan" adalah dimana jika laki laki mampu memahami apa yang wanita rasakan DAN wanita mampu memahami apa yang laki laki fikirkan. Tidak ada tawar menawar didalamnya ^_^ Utarakanlah apa yang ada dihatimu, agar tenang. salah satu hal yg paling tidak disukai laki laki adalah kepura puraan, dan sepertinya di dunia ini semua senang terhadap kejujuran. Atau tetap berbahagialah dengan kesendirianmu, Jangan 'kesendirian' membuatmu khawatir tentang apa yang difikirkan orang lain tentangmu. Segera perbaharui lagi niatmu dan katakanlah; "kesendirianku ini adalah cerminan ketangguhan..dan kemenanganku dalam menghindari hal hal yang di inginkan" Agar kamu bahagia dalam kesendirian sebelum pilihan Allah menemuimu. Adikku, Bayangkan sebuah suasana, "bahagia" rasanya ketika kita 'diberi maaf' oleh seseorang-setelah tahu kita telah bersalah besar.. dalam seni memaafkan, kita juga harus berani 'memberi kebahagiaan' kepada saudara atau yang memusuhi kita dengan kata 'maaf'. Karena Islam mengajarkan maaf yang sempurna, dan "renungkanlah", bahwasannya Allah juga Maha Pemberi Maaf. Maafkanlah, relakanlah.. Ikhlaskanlah! Ingatlah, jika hati kita sehat, prasangka kita juga sehat, jiwa kamu juga sehat.. Jika kita mulai iri, curiga, apalagi ber-prasangka saat itu hati kita lagi ga sehat, artinya jiwamu juga tidak sehat.. alias sakit. Sebenarnya dari dulu Allah telah menyediakan obat yg cocok disegala situasi dan kondisi, hanya obat ini sangat berharga jadi disediakan bagi mereka yang berfikir saja; IKHLAS adalah obat yang sangat tepat bagi semua macam bentuk penyakit yang mengguncang tubuh maupun jiwa termasuk kegagalan dan segala bentuk kekecewaan, BAHKAN KEMATIAN. Adikku Ga usah menyesali yang tidak berharga; Kita bisa membayangkan dengan mudah penyesalan penghuni neraka, tapi tahukah bahwa Rasulullah saw memberitakan bahwa penghuni syurgapun ada yang menyesal ^_^ Rasulullah saw bersabda; "Tiada sesuatu yang disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka lewatkan (di dunia) tanpa mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah Azza wajalla". (HR. Ad-Dailami) Adikku, kita tidak akan pernah bisa menjadi sempurna, tapi kita bisa mencobanya. Biarkan dia, mereka atau siapapun..berfikir tentangmu, tentang Apapun. Itu tidak akan mengurangi atau mencuri kebahagiaanmu sedikitpun selama hatimu tidak tergoyahkan. Sedahsyat apapun, badai kegelisahan yang datang pasti akan kembali; kembali kelautan. Adikku, minder adalah kondisi dimana kita sedang lupa bahwa orang dihadapan kita pun punya kekurangan dan sebenarnya diapun sedang sibuk memikirkannya, jika dia percaya diri, bedanya hanya sedikit; dia sadar bahwa sifat ini sangat menghambat dalam menjemput kesempatan kesempatan.. ^_^ Adikku, kadang mimpi kita kepada kebahagiaan besar yg kita rencanakan, membuat kita melupakan kebagagiaan kebahagiaan kecil disekitar kita. Manusia sering lupa untuk berterimakasih kepada matahari yang ikhlas menyinari setiap jalanan yg kita lewati seharian Adikku, analisa lagi hatimu dan perhatikanlah. Jika hatimu "ganteng" wajahmupun akan ganteng dan penuh optimisme, jika pagi pagi kmu terbangun dengan hati yg cantik.. hari itu akan cantik bagimu dan sekitarmu. Ada yang mengatakan hidup itu indah; Banyak juga yang mengatakan hidup itu susah, kedua duanya benar. Secara psikologis, ketika kita mengatakan hidup ini sulit, secara tidak langsung kita telah mengintruksikan kepada pemikiran bawah sadar kita bahwa hidup itu sulit, sehingga pikiran kita sempit, selalu negatif, lupa bersyukur dan segala sesuatunya kemudian benar benar menjadi sulit karena dari awal kita sudah pesimis. Ketika kita mengatakan hidup ini Indah; Secara tidak langsung kita telah mengatakan kepada pikiran bawah sadar kita bahwasannya hidup ini penuh dengan keindahan.. dan kita berada dalam suatu zona tenang, mempermudah situasi, berfikir jernih dan selalu mempelajari setiap kejadian dari sisi baiknya sehingga kita selalu berprasangka baik dan hidup penuh syukur yang kemudian melahirkan hari hari yang indah dengan sendirinya. Adikku, Gelombang Ujian akan selalu datang.. Jangan menghabiskan energi untuk menghindar atau melawannya, sikapi dengan tenang dan cerdas! Bangkit dan berselancarlah bersama gelombang itu. Berselancarlah bersama deru derunya, dan temukan keindahannya... Dan buktikanlah bahwa pilihan Allah tidak akan pernah merugikanmu. Adikku, Cinta sejati adalah Cinta yg senantiasa bersahutan, berderu deru dalam gemuruh ombak, beriak digelisah lautan, diam dalam ketenangan ikan ikan, Indah dalam kesedihan, Nikmat dalam kekecewaan dan tidak mati dengan kematian. Cinta yang akan tetap indah, meski terbagi miliyaran angka tak terbatas semesta.. Itulah mahabbatullah, arahkan cinta kita untuk meraih Cinta-Nya. Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi, tentang apa apa yang telah kita pilih dan kita lakukan di semua masalalu kita. Yakinkanlah bahwa dirimu telah melakukan hal terbaik yang mengantarkan kita kepada hari ini -dan berakhir indah dengan cerita yang saat ini kau genggam. Adikku ingatlah bekal dari kaka, Bekal terbaikmu dipersinggahan dunia ini adalah ridho Ayah Ibu kita. Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah shalallahualaihi wassalam pernah berbicara sambil memegangi kerah baju seorang laki laki dan berkata; "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu!." Ada makna mendalam didalamnya, sungguh perkataan beliau adalah kebenaran. Bayangkan ketika kamu "ridho" atas seseorang.. kamu akan memberi hampir semua hal yang dia minta ketika kamu mampu melakukannya. Apa yang akan terjadi jika Tuhanmu ridho kepadamu, sedangkan Dia mampu memberi apapun bahkan hal yg tidak mungkin bagi logikamu? Saat Tuhanmu ridho-lah, disana kamu Sukses! Dan sebagian ridho Tuhanmu ada diridho orang tuamu, awali kesuksesan kecilmu dari ridho mereka. Adikku, Kebahagiaan itu dihatimu. Jika niatmu indah, jalanan yg kamu lalui akan indah - meski hasilnya belum tentu indah -setuju atau tidak itu tak penting, tapi percayalah, niat yang kurang indah hasilnya tak akan pernah indah karena kebahagiaan itu dihatimu, dan penderitaan adalah kesalahanmu sendiri, kamu terbuai dalam mimpi mimpi keindahan yg belum diraih lalu melupakan kebahagian kebahagiaan sederhana disekitarmu. Ketahuilah bahwa Allah tidak melihat hasil, tapi kesungguhanmu dalam menerjemahkan gelisahnya lautan dalam perspective ketenangan ikan ikan didalamnya. Sering kita mengira kebahagiaan akan terlahir saat kita terlepas dari ujian yang saat ini mengguncang kehidupan kita, hingga kita terjebak dan terus menunggu gelombang itu hilang, semantara badai tak kunjung reda, silih berganti menekan logika menerpa jiwa dan menggetarkan kokohnya keimanan, hampir saja manusia berkata "lelah... apakah ini taqdir? Terkadang niat baik tidak selamanya bersahutan dengan kebaikan, ketika kemudian perbuatan baik kita bertabrakan dengan idealisme yang bertolak belakang - disanalah - saatnya kita mengokohkan kembali niat yg menyelinap dan bertahta dihati kita. Ingat lagi, bahwa perhitungan Allah tidak akan merugikanmu.. ? Hati itu akan diadili, dengan sebaik baiknya pengadilan. dimana Allah sebagai Hakim Nya, Bahagialah dalam Islam-mu ^_^ Islam tidak sekedar bahasa halal haram atau retorika syurga dan neraka, iSlam adalah seni - jalanan indah nan sempurna menuju Cinta Tuhanmu, Cinta yang terlahir karena pemahaman bukan Cinta pengatas namaan.. Jika kita mendambakan kebahagiaan orang lain, maka kamu akan mendapati kebahagiaan itu selalu menjadi milik orang lain. Kita umat Islam, carilah kebahagiaan didalamnya dan berbahagialah dengan Islam mu. Berbahagialah dengan hal hal kecil, sebelum hal besar itu kau genggam ditanganmu ^_^ "...Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya". (Al-Hadits, riwayat Ahmad dan Abu Dawud) Ada berjuta juta Alasan untuk berkata Alhamdulillah, bahkan melebihi batas batas angka. termasuk Alasan, kenapa kita dibangunkan kembali pagi Ini. Adikku belajarlah dari Kupu Kupu Lihatlah... dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang,. ^_^ Kesenangan buat kita, untuk manusia yang memahami. Karena semua Mahluk yang Allah ciptakan Itu sempurna, untuk menyempurnakan keindahan Hati kita, agar kita bersyukur. Seakan kupu kupu ingin menyampaikan pesan; "Berhentilah menyesal, wahai manusia... jangan terlarut dalam penyesalan. karena kita dihidupkan Hari ini bukan Untuk disesali, tapi dijalani dan disyukuri. Agar kamu Bahagia lebih lama lagi, hingga menemui kebahagiaan yang abadi. Nanti," Adikku, Hidup itu sederhana. Seseorang tiba tiba saja datang dikehidupan kita menyatu dalam jiwa, mengubah arah penglihatan kita bercerita berencana dan seterusnya...hingga waktu semakin tidak kita mengerti, dan akhirnya dia pergi. lalu kemudian sosok lain datang menggantikannya Akan kau temui, sebuah sosok yang dengan sederhana muncul sesaat dan terlibat dalam hidup kita, kemudian kisahnya membekas untuk selamanya. Sederhana. Seperti itulah kehidupan, Keseluruhannya adalah pelajaran, kesemuanya fatamorgana, penuh dinamika dan berubah ubah mengikuti desiran waktu yang beriak. Kadang kita merasa disakiti, kadang kita menyakiti. Adikku lihatlah kehidupan lebah. ^_^ Belajarlah dari lebah yg hidupnya baik, bermain dan bekerja ditempat yang baik baik dan menghasilkan sesuatu yang baik baik, bahkan namanya diabadikan Allah Ta'ala dalam Al Qur'anulkariim -kebaikan hidupnya yang singkat bisa kita jadikan bahan tafakur pagi ini. Lihat saja si lebah kecil itu, Mereka kecil tapi tidak diam saat musuh mengganggu anak anaknya yang sangat mereka sayangi, lebah yg indah berubah menjadi pemberani dan diperhitungkan bahkan sama manusia dan teman temannya. Dengan kekuasaan Allah, mereka mampu membuat rumah yang juga bermanfaat bagi manusia; sarang madu, dia ambil madu dari bunga bungaan...bunga yg ia hinggapi juga tidak merasa rugi bahkan terbantu proses penyerbukannya agar si serbuk sarinya menjadi buah. Adikku, Hari ini milikmu; maka Berbahagialah Saat terbangun dipagi hari, tanamkan keyakinan dihatimu bahwa tepat dhari itu kamu telah terlahir kembali karena Allah telah mempercayaimu untuk kembali hidup dihari ini agar kita mempersiapkan diri untuk bekal di Akhirat. Bukan untuk menyesali hari kemarin, atau mengawali penderitaan masa depan. Kita terlahir lagi dalam satu kesempatan waktu yang sama untuk memperbaiki diri dari masalalu, mencari bekal sebanyak banyaknya bekal, karena Akhirat itu Abadi dan tiada Akhir. Jangan Awali dengan Mengeluh ^_^ Yakinkan sekali lagi bahwa Allah telah mempercayaimu. Yakinkan, Agar bibirmu bergetar dan melantunkan syukur. Hari ini milikmu. Milik Kita semua, Mungkin Allah tidak pernah menciptakan kesedihan dihatimu, itu hanya kesalahan penerjemahan perspective mu. Adikku, Kebahagiaan itu sederhana, Lepaskanlah sumbat sumbat emosi yang mengikat Jiwamu atas kemarin yang telah kamu lewati, meski kita semua tahu bahwa kita terlahir dari masalalu dan dipengaruhinya. Jadikan itu cerita Indah agar kamu tidak terjerumus di lobang yang Sama. Adikku, Cerdaslah menyikapi masalalu. Tarik nafas dan, Regangkanlah syaraf syaraf Obsesimu untuk besok. Kendalikan dan Arahkan serta Tata ulang hatimu, siapkan stock sabar, dan sempurnakan dengan Ikhlas. Ikhlas Adalah obat dari segala Obat, yang akan meredam semua kegelisahan dari berbagai situasi kegagalan atas obsesi obsesi yang tidak atau belum terwujud. Adikku, lihatlah padi. Kita bisa belajar darinya; Padi bisa berdiri kokoh di atas lumpur basah karena saling berpegangan sama saudaranya, hidup rukun dan saling menguatkan.. mereka juga hidup hanya sebentar, tapi dari waktu yang singkat itu mereka bisa membuat manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia dan mahluk lain disekitarnya. Dalam hidupnya yag singkat juga terdapat pelajaran yang indah, lihat saja; padi yang mulai berisi dia menunduk, sama sekali tidak takabur, dia semakin menunduk dari hari kehari mempersiapkan dirinya hingga dia benar benar matang untuk kemudian di ambil petani sebagai makanan, sebagiannya disemai kembali. Jikapun ada salah satu padi itu yang berdiri congkak, itu juga pelajaran, laksana manusia yang kosong tidak berilmu. Okeys...? Sekarang tersenyumlah.! Jika hatimu terasa pedih atas sesuatu yang tidak dimengerti. Jangan diam, bangkitlah segera. Format ulang partisi partisi hati yang membingungkan itu, simpanlah data prosa prosa itu sebagai kenangan saja dan simpan semua files backup-nya di folder masalalu. Jangan lupa, Install Antivirus yang uptodate. Trojan Trojan Cinta kini ... Perhatikanlah, begitu cerdasnya komputer. saat diperintah dia langsung laksanakan dalam 0,00 sekian detik. Normalnya Begitu. Tapi ada kalanya, saat tidak normal, dia suka mals saat diperintah; lemotszz dan lola.. Mungkin Manusia yg diperintah Allah terus mals juga tidak normal yeaa.. malah sibuk ngurusin patahati ^_^ Adikku, dewasalah... Hal yang lebih bahaya dari kebodohan adalah ketika orang pintar merasa benar dan 'membenarkan' kebenarannya dengan 'pembenaran pembenaran', lalu orang bodoh disekitar ikut membenarkannya. Lembutkan Hatimu wahai saudaraku, saat hati mengeras kita akan sangat sulit menerima kebenaran yang sebenarnya. Islam ini sedang dipersimpang jalan saudaraku..penuh duri duri yang tidak seluruhnya kita mengerti. Jalanan ini semakin bercabang... Jangan karena terbius 'tsiqah', kita melupakan kewajiban untuk 'mencari ilmu' dan meraih ridha-Nya, karena dakwah ini adalah jalanan Islam. Adikku, jangan terlena di pagi hari kalian, Terus gali potensi keahlian hingga jadi ahli dalam bidang apapun; dan percayalah kelak pekerjaanlah yang mencari kalian. Mau tau kenapa mereka nganggur? Karena mereka cari uang, bukan cari pekerjaan. Cari uang itu sulit jika tidak tau caranya, jika kita cari pekerjaan Uang datang sendiri. Adikku, memang berat, dirimu bersungguh sungguh belajar saat semua teman temanmu bercanda canda dalam kelalaliannya. Tapi percayalah, kelak akan kamu temukan, saat mereka mencari cari pekerjaan.. Pekerjaan akan mencarimu; orang ahli. Dan tidak pernah ada seorang Ahli yang hidupnya lalai. Adikku, saat bibirmu berkata "sulit" itu adalah kesimpulan dari apa yang kamu fikirkan, secara tidak disadari kata itu juga menjadi kesimpulan yang akan diterjemahkan aktifitas tubuhmu hingga kehidupanmu makin sulit. Mungkin senyum yang di ukir bibirmu pun adalah sebuah signal yang mengintruksikan pesan kepada tubuh bahwa dirimu baik baik saja, kemudian hatimu menjadi baik. "Telah sukses orang yang beriman dan memperoleh rezeki yang kecil dan hatinya pun akan DISENANGKAN Allah dengan pemberianNya itu". (HR. Muslim) Adikku, Jika kamu ingin, kamu akan mencari. Jika kamu mencari kamu akan menemukan. Jika kamu menemukan, kamu akan ragu. Jika kamu ragu, kamu akan bertanya. Jika kamu bertanya, kamu akan mengerti. Jika kamu mengerti kamu akan paham. Jika kamu telah paham kamu pasti akan ingin lebih paham lagi, saat itulah hidupmu benar benar hidup dan hidup dengan pengalaman pengalaman itu. Because Islam Is Art. This live is just Amazing.. Take a look deeply, this world are so colorful. How beautiful it is, totally depend to how smart u paint on it. Than u'll find, there is no single reason to complaint about, to His perfectness. Just open your heart and see. In the end of the day, u'll realize there was a million millions reason to say Alhamdulillah. Dirangkai dari status dan headline catatan January - February 2011 Semoga menggugah dan bisa menjadi celah celah bersyukur untuk terus menggali dan mencari keridhaan Allah subhanahuwwataala. Aamiin Dari Langit Fajar, Riyadh 2011 Silahkan di shared, Copyright, Nuruddin Al Indunissy [http://nuruddin-al-indunissy.blogspot.com/2011/02/tunas-tunas-kebahagiaan-chapter-4.html]

Having is Giving

Malam itu disebuah rumah yang besar dan mewah tengah berlangsung sebuah Pengajian yang diikuti oleh para jama'ah kalangan elite menengah keatas, seperti biasa setelah selesai ceramah sang Ustadz memberikan kesempatan kepada para Jama'ah untuk bertanya, lalu salah seorang Dokter Spesialis spontan angkat tangan mengajukan sebuah masalah yang telah lama mengganjal dalam kehidupannya.

" Assalamu'alaikum, kenalkan nama saya dr Brata, alhamdulillah saya senang dan saya cukup memahami semua yang Ustadz uraikan dalam pengajian kita kali ini, ada satu hal yang sampai saat ini saya belum bisa melakukannya….." Tanya dr Brata.

" Ya…., boleh tahu, tentang hal apa pak Dokter ? sela sang ustadz.
" Begini pak Ustadz, sudah sejak lama saya mengetahui bahwa sesorang yang memberikan hartanya kepada orang lain itu adalah perbuatan yang sangat baik, tetapi itu teori, prakteknya ketika saya akan melakukan hal itu, hati dan perasaan saya selalu menentangnya, saya selalu tidak mampu melakukannya. Menurut pendapat saya, ini kan hasil jerih payah saya sendiri, mengapa mesti diberikan kepada orang lain dengan sebuah keharusan. Saya pikir ini tidak mendidik orang untuk belajar kerja keras dan hal semacam itu tidak harus dipaksakan, kalau hati lagi ingin ya saya memberi, kalau tidak ingin ya tidak perlu harus mengada-ngada untuk memberi" kata dr.Brata

Suasana mendadak sunyi karena pertanyaan dr Brata yang diluar dugaan para Jama'ah, semua berdiam diri ingin mengetahui kelanjutan dan arah pertanyaan dr.Brata. setelah berhenti sesaat dr Brata melanjutkan pertanyaannya yang belum selesai.

"…. Tetapi Ustadz pikiran semacam itu tidak lama di benak saya, karena sesaat kemudian berubah lagi, karena terfikir oleh saya lagi bahwa semestinya setiap orang harus peduli kepada sesamanya, tetapi saat saya akan memberi dan membantu orang lain yang sedang memerlukan, kembali saya tidak mampu melakukannnya, dan pertentangan seperti itu di hati saya berlanjut sudah cukup lama bahkan hingga saat ini belum juga terpecahkan. Hati saya sering menolak kalau apa yang saya miliki harus saya berikan kepada orang lain, sementara hati kecil saya sering berkata, saya harus membantu orang lain… karena itulah mohon Ustadz dapat memberi nasehat kepada saya, agar saya bisa berbuat sesuatu tanpa adanya pertentangan di hati, terima kasih ".

" Begini pak dr Brata, Islam ini adalah Perilaku, bukan sekedar tahu, menjalankan Islam bukan sekedar mengetahui secara ilmu, tetapi malakukan aplikasi secara sadar karena kita tahu bukan asal mengikuti orang lain, meskipun pada tahap awal kita seringkali meniru orang lain yang bisa kita percaya, nah melakukan kebajikan dengan cara sekedar ikut-ikutan seperti itu akan banyak terjadi pertentangan bathin dalam diri kita, sama persis seperti yang bapak alami saat ini ".

" kalau boleh saya Tanya, Pak Brata masih percaya dengan Al-Qur'an dan Sunnah-Sunnah Rosulullah ? Insya Allah saya percaya Ustadz, tetapi jujur saya belum banyak tahu tentang kandungan Al-Qur'an dan Sunnah Rosulullah karena memang saya belum banyak belajar tentang Islam ".
" Alhamdulillah kalau Pak Brata percaya dan iman kepada Allah, Rosul dan Kitab Al-Qur'an……Pak Brata, suatu ketika Rosulullah SAW pernah menyampaikan sesuatu kepada para Sahabatnya, yang sangat erat kaitannya dengan pertanyaan Bapak tadi, Rosulullah SAW bertanya kepada para Sahabatnya " manakah yang lebih kalian inginkan, harta milik kalian sendiri atau harta milik ahli waris kalian ? ", " tentu kami kami lebih menginginkan harta milik kami sendiri ya Rosul ", jawab mereka.
" Ketahuilah bahwa harta seseorang itu adalah yang ia berikan di Jalan Allah, sedangkan harta yang ia tahan (disimpan) adalah milik ahli warisnya ( HR.Bukhari).

Sahabat Rumah Yatim Indonesia yang berkahi Allah SWT, harta manakah yang kita inginkan ? harta yang bisa menemani kita di Alam Penantian ( Barzah ) hingga mengantar kita ke Puncak Kenikmatan yang tiada tara ( Sorga ) ataukah harta ahli waris kita? Yang ketika kita meninggal kelak seluruh harta dan asset simpanan kita akan menjadi rebutan bahkan pertengkaran para ahli waris kita !

( Maaf, ini bukan berarti kita dilarang memberikan warisan kepada anak istri kita, justru Nabi menganjurkan agar 'Kita Tidak Wafat Dulu' sebelum melihat anak istri kita hidup dalam kesejahteraan, jangan sampai meninggalkan mereka dalam keadaan Miskin sehingga mereka jadi peminta-minta )

Seberapa lama lagikah jatah hidup kita di dunia ini ? mungkin tinggal 10 atau 40 tahun lagi, bandingkan kita akan hidup kembali di Akhirat kelak sekitar 15 Milyar tahun tidak ada kematian lagi, bayangkan betapa indahnya kita akan hidup 15 Milyar tahun dengan segala macam kenikmatan yang jauh melebihi kenikmatan Duniawi.

Akankah kita biarkan harta-harta kita tersimpan di dunia ini tanpa mampu mendampingi dan mengantar kita kepada kehidupan dan kenikmatan yang sebenarnya ? ataukah harta-harta kita itu akan kita jadikan bahan bakar yang akan membakar kita sendiri selama-lamanya ?

"....Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritakanlah kepada mereka akan azab yang pedih. Pada hari dimana harta mereka dipanaskan dalam neraka jahanam lalu dibakarnya dahi, rusuk, dan punggung mereka dan dikatakan kepada mereka, inilah harta benda yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Rasakanlah sekarang! Rasakan balasan dari apa yang kamu simpan itu”. (At-Taubah: 33-35).

Ataukah kita akan mengukir sebuah Penyesalan yang amat dalam, ketika jatah hidup kita sudah habis dan Malaikat Maut telah dihadapan kita untuk menjemput sementara kita sudah tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa lagi dengan segala harta dan kekayaan kita yang telah lama ditunggu oleh para ahli waris kita.

“Dan belanjakanlah sebahagian dari apa yang Kami berikan rezeki kepadamu sebelum kematian itu datang kepada seseorang diantara kamu, lalu dia berkata, ya Rabb-ku, kenapa tidak Engkau tangguhkan kematianku kepada ajal yang dekat supaya aku bisa bersedekah, sehingga jadilah aku orang-orang yang shalih? Dan Allah tidak akan menangguhkan kepada seseorang apabila telah datang ajalnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)

( Ayat ini menggugah kesadaran kita bahwa, ketika kondisi kesehatan dan jatah hidup kita sudah akan habis, dan kita melihat anak istri kita sudah bisa hidup mandiri dan berkecukupan, maka kita disuruh mensegerakan membelanjakan Harta-harta kekayaan kita yang masih tersimpan di Jalan Allah, agar kelak kita tidak menyesal)

Mendengar penjelasan seperti diatas, dr Brata tidak mampu berkata-kata lagi, hanya terdiam, memnunduk sambil menahan buliran air mata agar tidak sampai jatuh ke pipinya. suasanapun menjadi sunyi namun tak lam kemudian kesunyian itu kemudian terpecahkan oleh suara dr.Brata yang berkata pelan hamper tak terdengan suaranya :

" Terima kasih Ustadz, saya baru mengerti sekarang, sungguh saya telah melakukan kesalahan yang besar. Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan saya juga keluarga saya, saya baru mengerti kalau harta yang kita berikan adalah harta kita yang sebenarnya dan ternyata harta yang kita simpan tidak memiliki arti apa-apa bahkan bisa jadi mencelakakan kita….".

" MILIK KITA ADALAH APA YANG KITA BERIKAN….. HAVING IS GIVING " bisik dr Brata dengan nada bertanya pada diri sendiri. "…benar pak Brata, Milik Kita adalah Apa Yang Kita Berikan….", Sahut sang Ustadz mengakhiri penjelasannya.

Sahabat, Alhamdulillah saat ini Pembangunan Kampus Nubuwwah Sistem Rumah Yatim Indonesia di Tasikmalaya Jawa Barat akan memulai Pengecoran Gedung Serba Guna tahap I, setelah sebelumnya telah menyelesaikan Bangunan 6 ruang Asrama Anak Asuh, 2 ruang Asrama Guru, 3 ruang Belajar, 2 ruang Kantor, 1 ruang Dapur Umum, I ruang Klinik dan 4 buah Kamar Mandi dan Toilet, insya Allah inilah Cicilan Istana Sorga Kita dan inilah harta-harta kita yang sesungguhnya yang akan mengantar kita semua kepada Kehidupan yang sebenarnya kelak.

Sabtu, 26 Maret 2011

Ayah Bunda Kita

Waktu kita berumur 1 tahun , dia menyuapi dan memandikanmu .... sebagai balasannya .... kita menangis sepanjang malam.

Waktu kita berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.sebagai balasannya ... kita kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kita berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ... sebagai balasannya ... kitabuang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kita berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya ... kita corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kita berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kita memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu kita berumur 6 tahun, dia mengantar kita pergi ke sekolah ... Sebagai balasannya ... kita berteriak 'NGGAK MAU ..!'

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikan kita bola ... sebagai balasannya kita melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberi kita es krim ... sebagai balasannya.. ..kita tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kita berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu.sebagai balasannya ... kita sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Waktu kita berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ..... sebagai balasannya ... kita melompat keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kita berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop .. sebagai balasannya ... kita minta dia duduk di barisan lain

Waktu kita berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa ... sebagai balasannya ....... kita tunggu sampai dia keluar rumah

Waktu kita berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya. sebagai balasannya.. kita bilang dia tidak tahu mode

Waktu kita berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan ... sebagai balasannya ..... kita nggak pernah menelponnya.

Waktu kita berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ..... sebagai balasannya ... kita kunci pintu kamarmu

waktu kita berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ... sebagai balasannya ... kita pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya

Waktu kita berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ..sebagai balasannya ... kita pakai telpon nonstop semalaman,

waktu kita berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..sebagai balasannya ... kita berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu kita berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmuke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.

Waktu kita berumur 20 tahun, dia bertanya 'Darimana saja seharian ini?'.. sebagai balasannya ... kita menjawab 'Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.'

Waktu kita berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kita bilang 'Aku nggak mau seperti kamu.'

Waktu kita berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulusperguruan tinggi .. sebagai balasanmu ... kita nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri

Waktu kita berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumahbarumu ... sebagai balasannya ... kita ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu

Waktu kita berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanyatentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya .. kita mengeluh 'Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.'

Waktu kita berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..sebagai balasannya ... kita pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu kita berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawatbayimu ... sebagai balasannya ... kita katakan 'Sekarang jamannya sudah beda.'

Waktu kita berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salahsatu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kita jawab 'Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.'

Waktu kita berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu .... sebagai balasannya ... kita baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ...
dan tiba-tiba kita teringat semua yang belum pernah kita lakukan, ... dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ..
JIKA ORANGTUA KITA MASIH ADA ... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KKITA BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORANG TUA KITA SUDAH TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU...

Menikmati Al-Qur'an

Adalah Mush’ab bin Umair seorang pemuda tampan anak konglomerat yang sangat penasaran mendengar bahwa ada sebuah Islamic Home Schooling di Bukit Shofa tepatnya di rumah Arqom bin Abul Arqom yang dibina langsung oleh sang Al-Amin Muhammad SAW, Mush’ab segera bergegas ketempat tersebut ingin melihat dan mendengar secara langsung apa yang menjadi daya tarik Home Schooling tersebut, Mush’ab masuk dan menempati sudut ruangan perlahan dari hati dan lisan Muhammad SAW mengalir Ayat demi Ayat Al-Qur’an penuh dengan pesona menembus dada-dada para audien tak terkecuali Mush’ab. Hatinya sejuk bak tersiram embun seketika itu juga Mush’ab menyatakan keislamannya.

Dengan berislam Mush’ab semakin bijak dan cerdik, ditinggallah semua fasilitas kemewahan dari orang tuanya, dia rela memulai hidup baru dari nol, berpahit-pahit meninggalkan kemewahan sesaat, untuk mengemban tugas dari Rosulullah SAW sebagai Duta Besar ke Madinah, berdakwah mempersiapkan Madinah sebagai Kota Hijrah yang representatif.

Berbekal Ayat-Ayat Al-Qur’an yang telah terinstall dalam sanubarinya, Mush’ab semakin berwibawa dan disegani, dengan didampingi oleh sahabatnya As’ad bin Zurarah satu per satu kabilah-kabilah dan suku-suku didatangi untuk diajak sejenak mendengarkan keindahan Wahyu Al-Qur’an, hingga suatu ketika Mush’ab berdakwah di tengah orang-orang suku Abdul Asyhal, tiba-tiba sang Kepala Suku Usaid bin Hudhair dengan kemarahan yang membuncah mendatanginya sambil menghunus Tombak. “ Hai kamu pemuda bau kencur, berani-beraninya kamu hendak membodohi rakyat keci kami, pergi ! tinggalkan tempat ini jika tidak ingin nyawa kamu melayang “.

Mendengar ancaman sang Kepala Suku, Mush’ab tak bergeming sedikitpun, dengan ketenangan, ketulusan hati dan senyum manisnya, Mush’ab kemudian bernegosiasi dengan sang Kepala Suku, kata-kata yang sejuk dan manispun keluar dari bibirnya “ Bagaimana kalau kita duduk sejenak mendengarkan terlebih dahulu apa yang hendak kami sampaikan ? Jika nanti Anda tertarik, silahkan Anda dapat menerimanya, namun jika nanti Anda tidak suka, kami akan menghentikan apa yang tidak Anda sukai, bagaimana ? “.

“ Ok, baiklah “, kata Usaid yang kemudian duduk sambil meletakkan tombaknya. Mush’ab mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan menguraikan dakwah yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Bacaan dan uraian Wahyu yang meluncur dari hati dan bibir Mush’ab mengalir ke telinga menembus dada dan menerangi hati Usaid. Belum usai Mush’ab membaca dan memberikan uraiannya, tiba-tiba bibir Usaid bergetar dan berkata “ Alangkah indahnya kata-kata itu, tidak satupun ada kesalahan, Hai Pemuda, apa yang harus aku lakukan jika aku mau masuk Agama Muhammad ? “, “ Alhamdulillah, bersihkan pakaian dan badan Anda lalu ucapkanlah Asyhadu an laailaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rosulullah “, jawab Mush’ab. Seketika itu juga Usaid melaksanakannya.

Dilain peristiwa seorang Preman kelas kakap yang sangat disegani dan ditakuti, ia tidak segan membunuh siapa saja yang ia anggap layak dibunuh, dialah Umar bin Khothob, tak ada seorangpun berani melawannya, disebutkan namanya saja orang sudah gemetaran apalagi berhadapan dengannya, namun ternyata ada seorang wanita muda yang mampu melumpuhkan kebengisan sang Preman ini, dia tidak lain adalah Fatimah adik kandungnya sendiri.

Suatu hari ketika Umar bin Khothob pulang kerumah, sebelum masuk rumah dia mendengar lantunan bait-bait indah yang keluar dari mulut adiknya, diintipnya dari balik pintu ternyata adiknya membaca lembaran-lembaran yang dia tidak pernah tahu dan melihatnya namun dia menduga pasti itu adalah ajaran dari Muhammad, gemuruh kemarahan Umar seketika bangkit dan mendobrak pintu rumahnya, “ Hai perempuan kecil apa yang kau baca barusan, cepat serahkan kepadaku kalau tidak ingin kupatahkan tanganmu atau kusobek mulutmu “ bentak umar kepada adiknya Fatimah. “ oh tidak, lebih baik nyawaku melayang daripada harus menyerahkan lembaran Kitab ini kepada orang kotor seperti kamu “, jawab Fatimah tanpa rasa takut sedikitpun.

Dicengkeramlah kedua bahu fatimah lalu diangkatlah tubuhnya oleh Umar, “ Dasar perempuan, berani sekali kau melawanku, serahkan lembaran-lembaran Kitab itu atau aku banting tubuhmu ? “, kebengisan umarpun terpancing. “ Baiklah, tapi sebelum kuserahkan Lembaran Kitab ini, dengarkan dulu isinya, bagaimana ? “ nego Fatimah kepada kakaknya Umar “ , perlahan umarpun melepaskan cengkeramannnya, lalu mencoba duduk menuruti kemauan adiknya.

Mulailah Fatimah membuka lembaran Kitabnya, lalu membaca dengan penuh cinta dan ketulusan beberapa petikan Ayat dari Surat Thoha :( sebaiknya Anda buka Al-Qur’an dan membaca ayat-ayat dibawah ini

“ Thaha, Kami tidak Menurunkan al-Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah;
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
diturunkan oleh (Allah) yang Menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang Bersemayam di atas Arasy.
Milik-Nya-lah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.”. ……….( Thoha : 1-6 )

Begitu mendengar ayat-ayat tersebut mengalir sejuk menembus dada dan hati Umar yang telah membatu seketika itu juga hatinya mencair jernih, tanpa terasa buliran air mata Umar menetes dan semangat untuk mendatangi sumber ajaran tersebut sudah tak terbendung lagi, ia bangkit menuju Islamic Home Schoolingnya Rosulullah, sesampainya di depan pintu, dengan suaranya yang menggelegar dan gayanya yang khas sambil menngedor pintu, umar berteriak : “ Hai, buka pintunya cepat !, ini Umar datang mau ketemu Muhammad, cepat, cepat buka pintunya “. Serentak para Sahabat yang ada di dalam panic lalu bangkit menghunuskan pedangnya, “ Ya Rosul Umar bin Khothob datang, bagaimana ini ? “, “ sarungkan pedang kalian, sambut Umar dengan ramah dan senyuman, karena dia akan menjadi Sahabat kalian dan mengokohkan barisan kita “.

Pintupun di buka, Umar langsung berlutut dihadapan Rosulullah SAW dan menjabat tangan Beliau “ Ya Muhammad, apa yang harus aku katakana kalau aku ingin jadi pengikutmu ?”. “ Alhamdulillah, Allahu Akbar, ucapkanlah ya Umar , Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rosulullah “, umarpun menirukannya dan bergemalah kumandang takbir Allahu Akbar berkali kali dari para sahabat yang hadir menyambut islamnya Umar, maka semakin kokohlah barisan dakwah Rosulullah SAW ketika itu.

Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang senantiasa dalam naungan Hidayah Allah SWT, seorang Preman hatinya bisa luluh karena mendengar Al-Qur’an, seorang konglomerat juga lunak dengan Al-Qur’an, demikian juga seorang budak dan orang-orang biasa pada umumnya semua tersentuh dan membenarkan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Muhammad SAW dan para Sahabatnya. Dan yang tidak kalah penting bangsa JIN saja terpesona dengan Al-Qur’an,

“Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan Al-Qur’an lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan “. ( Q.S. Jinn : 1 )

Yah…. Jin saja terpesona mendengar Al-Qur’an dibacakan, bagaimana dengan kita ? peasaan apa ketika Mushab Al-Qur’an ada dihadapan kita, lalu kita pegang terus kita buka untuk membaca atau belajar ? baru juga beberapa ayat kita baca atau kita pelajari rasanya sudah jenuh dan matapun mengantuk bandingkan dengan kalau kita nonton Film atau Sinetron atau baca novel, satu jam lebih gak terasa.
Atau ketika kita mendengar bacaan Al-Qur’an / Murottal, berapa lama kita tahan mendengarkannya ? mungkin hanya beberapa menit saja kita tahan mendengarkannya itupun pikiran kita sudah panas dan makin tegang, bandingkan jika kita mendengarkan musik ? puluhan lagu berlalu tanpa terasa bahkan begitu nikmatnya hingga kaki, tangan dan mulut kitapun ikut bereaksi mengiringi irama lagu tersebut, lihatlah bagaimana reaksi penggemar pentas musik ! wow…. Benar-benar edan.
Sahabat, maaf catatan ini cukup panjang, lanjutannya silahkan klik saja http://www.facebook.com/notes/rumah-yatim-indonesia-pusat/menikmati-al-quran/10150124396414837 Atau klik di http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Kamis, 30 Desember 2010

KISAH SI MATA BIRU

(Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup. Barakallah Fiikum....) dan setiap kali saya membaca nya ada rasa yang membuat saya selalu menitikkan air mata .

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ di tempat itu.

Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja / tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.” Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.” Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada di sini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”

Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu:”PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara :
"MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI"

, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA...

Kamis, 13 Mei 2010

Kunci-Kunci Rizki

Di antara hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya maupun oleh buruh sekalipun. Mereka tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak dapat lagi berfungsi lantaran rakusnya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah Ar Razzaaq.

Kita dapat menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, banyak dari kaum muslimin mendatangi tempat-tempat yang haram dikunjungi seperti dukun-dukun, paranormal, orang pintar atau apa saja sebutan mereka yang mengaku mengetahui perkara yang ghaib. Mereka meminta melalui perantaraan orang orang yang dianggap bisa mengeluarkan mereka dari musibah dan mereka juga memohon pertolongan untuk mengetahui urusan yang ghaib. Dan ketahuilah, bahwa rizki adalah salah satu dari perkara yang ghaib itu.

Adalah suatu kewajiban bagi kita untuk bertawakkal kepada Allah yang telah menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan bagi kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.

Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal dan baik, yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun disamping itu Allah dan Rasul-Nya memberi jalan kepada kita dengan dibukanya kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan kasab (usaha).

Kita akan bertanya dimanakah letak kunci-kunci rizki tersebut? Inilah 10 kunci-kunci rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya r :

1. Istighfar dan Taubat
Nabi Nuh berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS Nuh : 10-12)

2. Taqwa
Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah
Rasulullah SAW bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak, Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha'i dan Al Baghawi dari Umar bin Khaththab ra)

4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata
Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah)

5. Menjalankan Haji dan Umrah
Rasulullah bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasa'i. Hadits ini shahih menurut Imam Al Albani)

6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)
Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR. Bukhari)

7. Berinfak dijalan Allah
Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)

8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu
Anas bin Malik ra berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau SAW bersabda : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)

9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah
Mush'ab bin Sa'd t berkata, bahwasanya Sa'd merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah bersabda : "Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?". (HSR. Bukhari)

10. Hijrah dijalan Allah
Allah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak". (QS. An Nisa : 100)

Demikianlah beberapa kunci-kunci rizki dalam Islam yang memang sudah selayaknya seorang muslim untuk yakin terhadap apa yang difirmankan Allah dan apa yang disabdakan Rasul-Nya r supaya kita tidak terjerumus kedalam I'tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan yang bathil.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, kepada segenap keluarga, shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai akhir zaman nanti. Wallahu A'lam.

* * *

(Abu Ghailan, disarikan dari kutaib "Mafaatihur Rizq fii Dhau;il Kitab was Sunnah" karya Dr. Fadhi Ilahi. (Judul edisi Indonesia "Kunci-kunci Rizki menurut Al Qur-an dan Sunnah")