Minggu, 15 Februari 2009
Kamis, 12 Februari 2009
Makna Mencintai
Demikian juga Jika kamu terus menunggu Waiting waktu yang tepat, mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang...
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan Hmm kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai At Work Love ,
tapi sadarilah bahwa cintalah Throwing Hearts yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan Bride & Groom memang memiliki banyak kesusahan, tetapi kehidupan lajang Castaway tidak memiliki kesenangan Crying .
Buka mata kamu lebar-lebar Shock 4 sebelum menikah, dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya Sleepy .
Menikahi wanita atau pria karenakecantikannya Indian atau ketampanannya Indian sama seperti membeli rumah Housekarena lapisan catnya.
Harta Treasure Chest milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah....
hati Rotating Heart seorang wanita .
Begitu juga Best Friends Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya .
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya Love Song .
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain...
tapi menyesal-lah Disappointed 2 jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah Best Friends dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan Balloons dikala kamu senang Sunshine dan perisai Shield diwaktu kamu susah Crying Into Tissue .
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman I'm Lonley , jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik You're Nice kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya Thumbs Up
tapi semua manusia itu akan buruk Famous 21 dan membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan ,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja I've Got It ,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar Studying dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan In The Future .
Bila Kamu mengisi hati Heart In Hand kamu .....
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran Worry Wart untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri .
Jika kamu berpikir Ponder tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses NASCAR 2 .
Thanks & Salam
valentine ini ngapain ya?
Rahasia Unik di Balik Valentine
Selain mawar, ternyata ada banyak fakta dan mitos di balik momen serba-pink alias Hari Valentine, lho. Nah, biar kamu makin pintar tanpa baca buku sejarah, nih kita kasih infonya.
1. Di Amerika, sekitar satu miliar kartu Valentine dikirimkan setiap tahunnya. Itu adalah angka nomor dua terbesar dalam momen pengiriman kartu tahunan setelah Natal.
2. Untuk nunjukin rasa sayang, kartu Valentine diberikan kepada orang-orang terkasih. Tapi nyatanya, orang tua hanya menerima sebuah kartu Valentine setiap lima tahun sekali. Hiks!
3. Sekitar 3 persen pemilik hewan akan memberikan hadiah Valentine untuk binatang peliharaan mereka.
4. Hari Valentine dan Hari Ibu adalah momen yang dianggap paling tepat untuk ngasih bunga. So sweet
5. Di Hari Valentine, lebih dari 50 juta mawar dari seluruh penjuru dunia diberikan setiap tahunnya. Wow!
6. Dalam waktu tiga hari saja, sekitar 110 juta bunga mawar, kebanyakan mawar merah, terjual dan dikirimkan selama Valentine.
7. Siapa bilang cowok nggak romantis? Faktanya, 73# persen pembeli bunga untuk hari Valentine adalah cowok.
# Kaum cowok adalah pembeli terbesar berjuta-juta kotak permen dan buket di hari Valentine, lho… Senangnya!
# Percaya atau enggak, Kota Verona -sebuah kota di Italia, tempat pengagum William Shakespeare (pengarang Romeo and Juliet) tinggal- kebanjiran sekitar
# seribu surat yang ditujukan untuk Juliet tiap Valentine. Wah wah!
# Richard Cadbury menemukan kotak permen Valentine pertama di pengujung 1800-an.
# Ternyata, Alexander Graham Bell, penemu pesawat telepon, mematenkan hak ciptanya tepat saat Valentine 1876. Wah, kebetulan yang indah atau memang
# romantis betulan, nih? He he.
# Di beberapa negara, gadis-gadis muda menerima bingkisan berupa pakaian dari pelamarnya. Jika mereka menyimpannya, itu pertanda bahwa pinangan sang pangeran diterima.
# Ada kepercayaan yang mengatakan, bila kamu melihat sekawanan burung merpati di saatValentine, kelak kamu akan memiliki pernikahan yang bahagia. Benar nggak, nih? (*/det)
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14646
Jumlah Mahasiswa UNTAN Berkurang?
Untan Kurangi Penerimaan Mahasiswa S1
Pontianak. Universitas Tanjungpura (Untan) berusaha meningkatan kualifikasinya. Untuk mencapai hal tersebut, mulai tahun 2009 ini, Untan akan mengurangi jumlah penerimaan mahasiswa S1. Yang diperbanyak justru penerimaan mahasiswa S2.
“Untan akan lebih memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi lainnya, seperti STKIP dan program keguruan lain yang ada di daerah untuk mencetak tenaga pendidik tingkat S1,” papar Rektor Untan, Dr Chairil Effendi saat menghadiri kegiatan penyerahan sertifikat guru di FKIP Untan, Senin (9/2) kemarin.
Chairil menjelaskan, di khususnya FKIP sangat banyak program yang telah dilaksanakan dalam upaya peningkatan kualitas, baik guru maupun dosen. Jika, FKIP membuka lagi program S1 yang baru. Tentunya hal tersebut terkendala kepada tenaga pengajarnya. Untuk itu, Untan akan lebih fokus kepada peningkatan program S2.
Saat ini, di FKIP sudah ada dua program S2, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Teknologi Pembelajaran. Yang sedang menunggu izinnya program S2 seperti Bahasa Inggris dan Matematika, serta satu program yang baru diusulkan adalah Pendidikan Nilai. Demikian halnya dengan fakultaslain juga sedang gencar-gencarnya membuka program S2.
Pengurangan penerimaan mahasiswa S1 di FKIP akan dilakukan. Untuk setiap program yang ada hanya 40 orang. Saat ini jumlah dosen dan mahasiswa sudah tidak berimbang. Jumlah mahasiswa melebihi kapasitas dari jumlah dosen yang ada. Untuk mengantisipasi hal tersebut, mau tidak mau jumlah mahasiswa S1 harus dikurangi. Ini akan mulai dilakukan sejak tahun 2009. Bahkan, sudah ada beberapa program studi di FKIP yang sudah mengurangi jumlah mahasiswanya sejak tahun 2008 lalu.
“Pengurangan ini tidak hanya dilakukan di FKIP, di fakultas lainnya, seperti di Hukum, Ekonomi, dan beberapa fakultas yang jumlah mahasiswanya melebihi kapasitas juga dilakukan pengurangan penerimaan mahasiswa S1. Untuk tahun 2009 ini Untan hanya menerima 2000-an mahasiswa,” paparnya.
Chairil juga mengatakan, pengurangan jumlah mahasiswa S1 dan memperbanyak program S2 juga dilakukan Untan untuk mengejar program Riset University. Dalam program tersebut, jumlah mahasiswa S2 dan S3 harus lebih banyak dari mahasiswa S1. Tujuannya untuk menghasilkan riset-riset yang lebih banyak.
Mantan Dekan FKIP Untan ini menyampaikan bahwa mahasiswa pascasarjana adalah mereka yang sedang berusaha menjadi peneliti profesional, terutama dari segi substansi penelitiannya. Ini berarti bahwa kegiatan risetnya tidakk boleh asal-asalan. “Mereka yang dianugerahi gelar doktor adalah mereka yang menunjukkan kontribusi nyata dan orisinal ke khazanah pengetahuan” terang Chairil.
Kontribusi orisinal yang dimaksud adalah melaksanakan riset empiris yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Dalam kondisi idealnya, peran mahasiswa pascasarjana bagi universitas misalnya aktif meneliti di laboratorium bersama-sama dengan profesor dan mahasiswa tingkat sarjana untuk menciptakan iklim akademik yang kondusif. Selain itu, mahasiswa pascasarjana idealnya menjadi tenaga peneliti yang melaksanakan kegiatan riset-riset universitas.
Tahapan perkembangan universitas itu dimulai dari teaching university, menjadi research university, dan pada akhirnya menjadi entrepreneurial university (universitas pengajaran-penelitian-wirausaha). “Pada research university, seperti Untan yang memiliki Program Pascasarjana, selayaknya riset menjadi bagian dari kegiatan civitas akademikanya. Universitas pun harus mengalokasikan dana riset dari anggarannya. Namun, Untan hingga saat ini belum menjadikan riset sebagai sumber pendanaan,” tukas Chairil.(dra)
http://equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=8304
Selasa, 06 Januari 2009
Kemelut
Hanya cinta yang sanggup menahan serangan kantuk seorang ibu untuk tetap setia terjaga di keheningan malam, bila suatu waktu anaknya menangis minta disodorkan puting susu. Cinta jualah yang dapt membebaskan burung-burung membelah langit—kemudian mengirimkan kicauan merdunya di kala pagi dan senja hari. Namun cinta pula yang menghanguskan sekian banyak atap dan jendela rumah, tanpa menyisakan sedikitpun harta benda—walau sekadar buat menyambung hidup untuk sehari saja.
Akbar tertidur di pojok ruang penampungan setelah jemu berperang melawan lelah dan lapar. Terlantar di antara kerumunan orang-orang yang bernasib serupa. Tak peduli apakah mereka itu masih lagi bocah, atau manusia dewasa—bahkan, tua renta sekalipun!
Penyakit, demam, dan udara dingin yang senantiasa mengirimkan tusukan nyeri—serta asap tebal dari hutan-hutan terbakar telah ikut pula merusak segalanya. Tambah lagi jiwa yang tercabik-cabik oleh kesedihan lantaran hilangnya sanak-saudara. Tak ada obat. Tak ada selimut tebal yang dapat melindungi mereka dari gigitan nyamuk. Tak ada satupun yang dapat lagi dikunyah, selain suara-suara yang tak kalah cemasnya dari suara hati mereka sendiri.
“Sabar, sabarlah,” ucap sekelompok relawan. “Kita sedang menanti bantuan dari pemerintah dan uluran tangan para dermawan.” Bujuk mereka mencoba kembali menenangkan.
“Sabarlah sedikit! Niscaya Tuhan mengasihi orang-orang yang senantiasa bersabar.” (Tapi, sampai kapan?)
Ledakan tangis perempuan di sampingnya membuyarkan lamunan tentang segelas susu hangat dan sepotong roti yang dilapisi coklat kental. Ditariknya napas dalam-dalam—seakan menyesali kepergian itu—lalu membatinkan cemas:
(Mengapa hanya kematian yang setia menjaga kami di sini—dan sampai kapan harus terus berdiam diri di tangah dera kesabaran dan siksa penantian?)
Seorang lelaki berpakaian necis mendekati orang tua di depannya. Membagi senyum kepada setiap orang, lantas bertanya ramah, “Belum tidur, pak?”
“Mengapa tidak anda tanyakan sekalian—apakah keluargaku masih genap dan utuh?” Jawab Pak tua dengan balik bertanya dengan nada kesal.
Sepertinya orang-orang telah kehilangan akal sehat untuk dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Bayangan penyiksaan telah membunuh kepolosan mereka. Tapi, tak seorangpun memahami keadaan itu, atau memang secara diam-diam, sengaja tidak ambil pusing tentang sekelilingnya.
“Mereka telah memenggal kepala anaknya,” seru Akbar mencoba memberikan keterangan, “dan mencincang bagian tubuhnya yang masih tesisa.”
“Itu karena anaknya melakukan penyerangan terhadap sekelompok orang-orang mereka,” Kilah laki-laki itu mantap.
“Tapi, Muhammad bukan orang jahat!” Akbar merasakan urat-beruratnya dialiri cairan panas. “Dia hanya melindungi ibunya yang dibantai terlebih dahulu!”
Kegeraman menikam bola matanya, yang sesaat kemudian menjelma menjadi sorotan tajam. Lelaki berpakaian necis itu memandangnya dengan kilatan cemas.
“Apa sesungguhnya salah kami, Pak? Mengapa kami terus saja diburu bagai binatang hutan? Padahal, kami tidak tahu apa-apa tentang perselisihan itu.”
“Kita semua korban, Nak. Kita semua korban!” Jawabnya sambil menepuk-nepuk pundak Akbar, “Camkan itu!”
“Siapa sesungguhnya mereka—dan siapa pula sebetulnya diri kami? Bukankah mereka dan kami semua adalah kesatuan yang mendiami tanah ini?”
“Sudahlah. Ini sudah larut. Tidurlah!”
Susah payah Akbar mencoba untuk memejamkan mata—tapi, bayangan kematian ayah, ibu, serta keempat saudaranya mencabik-cabik hati. Beberapa butiran hangat mengalir di kelopak matanya. Menyirami wajahnya yang beku oleh salu kepedihan. (Tuhan, kenapa kau hadirkan kami ke dunia hanya untuk menyaksikan kegilaan berdarah ini?)
Akbar teringat percakapannya beberapa waktu yang lalu—bersama Aisyah—teman sekelasnya yang selalu menghadirkan debaran-debaran kecil di jiwa kelelakiannya.
"Orang-orang itu ketakutan, Akbar.” Bibir Aisyah bergetar hebat. “Demi melenyapkan rasa takut itulah mereka bertindak.”
“Tapi, mengapa sasaran dari penyerangan itu justru ditujukan kepada kami yang tak mempunyai andil sedikitpun?”
“Rasa takut itu telah membuang jauh-jauh pikiran waras mereka.” Timpal Aisyah. “Dan ingat, sengketa ini sudah berabad-abad lamanya.”
Aisyah memalingkan wajahnya. Menjauhi tatapan Akbar yang menyiratkan segudang bantahan. Bibir pemuda itu ikut bergetar ketika berkata:
“Demi Allah, Aisyah! Semua orang di kampung kita tahu, kalau aku dilahirkan di gubuk reot, mirip kandang sapi itu! Dan bukan aku saja, Ahmad, Mislan, Masytah, bahkan ibu-bapak kami juga! Kau dan mereka sama pahamnya akan hal itu. Kampung ini bukan hanya milik mereka, tapi juga kepunyaan kami. Mengapa selalu saja itu yang dipertentangkan?”
Aisyah menjadi serba salah.
“Kau memandangnya dari sudut yang lain, Akbar!”
“Kalau memang begitu, katakan padaku sekarang, dari sudut sebelah mana mereka perhatikan itu?” Tantang Akbar kepada gadisnya, Aisyah. “Mereka telah banyak menggapai bintang, kenapa masih saja rakus menelan bulan seorang diri?” Keluhnya bertubi-tubi.
Percakapan mereka terhenti ketika Jamal, adiknya yang paling kecil, merengek minta pulang. Itulah kali terakhir bagi Akbar mendekap tubuh saudaranya dan merasakan denyut nafas Jamal yang tak beraturan lantaran paru-paru basahnya. Dan itu pula kali terakhir ditatapnya wajah Aisyah, kekasihnya. Sengketa telah merenggut paksa tubuh mereka dan melontarkannya ke sisi jurang yang berbeda. Kemudian ia melihat dunianya terbakar bersama cintanya yang mekar tersembunyi.
Suara-suara bising segera terdengar ketika seorang relawan mengumumkan bahwa bantuan telah tiba. Namun, rasa lapar telah hilang. Digantikan oleh kantuk yang semakin memberat. Akbar kembali mendekap mimpinya tentang segelas susu hangat dan sepotong roti dilapisi coklat kental.
Tiga hari berikutnya, seorang wartawati mendatangi Akbar. Wajahnya mirip betul dengan Aisyah. Hampir saja ia melonjak kegirangan dan melupakan kesedihannya— sekiranya saja wartawati itu tidak terlampau usil—bertanya tentang asal-usulnya.
“Jadi, hanya adik seorangkah yang selamat?”
Hatinya bagai diiris besi tumpul. Tanpa suara Akbar mengangguk perlahan.
“Bagaimana caranya adik bisa selamat dari peristiwa pembantaian itu?”
“Kenapa? Anda merasa heran?” Terbayang olehnya peristiwa keji yang menimpa keluarganya. “Saya juga tidak begitu ingat, bagaimana bisa terhindar dari petaka itu. Hanya Tuhan saja yang tahu rahasia sejati-Nya?”
Jawaban itu seakan ditujukan kepada dirinya sendiri. Kemudian sepasang bibirnya saling memangsa dalam geraman kata-katanya. “Mengapa semua itu menjadi begitu penting artinya dari berpuluh-puluh persoalan lain yang kami hadapi kini? Mengapa tidak terpikirkan oleh kalian tentang kelanjutan hidup kami?” Serangnya bertubi-tubi.
Wartawati yang baru saja mendapat tugas wawancara di hari pertamanya itu menyimak penuh perhatian. Terkesima mendengar penuturan yang jauh lebih mirip hujan api kemarahan. Agaknya, ia dapat memahami kedukaan yang menyayat dalam diri pemuda tersebut.
“...atau, itu tidak termasuk dalam daftar pertanyaan kalian?”
Gadis yang serupa betul dengan Aisyah itu mencoba memaklumi keadaan sekelilingnya. Sengketa ini telah menyeret begitu banyak orang yang tak berdosa ke dalam lembah nestapa.
“Lihat perempuan di ujung sana!” Perintah pemuda itu kepadanya. “Baginya hidup ini tak lagi bertanda. Dia tidak hanya kehilangan suami, tapi juga anaknya yang baru berusia tiga bulan.”
Sesaat Akbar menarik napas dalam. Mengatasi sesak yang menghimpit rongga dadanya. “Di sini jangankan harapan, napas kamipun tak lagi berasa. Anda lihat sendiri, bukan—bagaimana kematian mendekap kami sangat erat?”
“Adik tentu paham, saat ini, pemerintah kekurangan dana untuk sekian ribu nyawa.” Bujuknya mencoba menenangkan Akbar.
“Tapi, siapa sebetulnya pemerintah?” Jawab Akbar menantang. ”Bukankah banyak di antara mereka yang menghambur-hamburkan uang negara untuk sesuatu yang tidak perlu?!”
“Maksud, adik?”
“Berapa banyak simpanan uang mereka di bank? Apa salahnya berbagi sedikit kepada kami untuk dijadikan sesuatu agar dapat kami kunyah pengganjal rasa lapar!?!”
“Pahamilah, dik..., semua..., menaruh simpati kepada...,”
“Kami tidak butuh ucapan belasungkawa...!” Potong Akbar semakin kesal. “Yang kami butuhkan lebih dari rasa simpati. Banyak di antara kami yang jatuh sakit, kemudian mati. Tahu kenapa? Karena tangan-tangan penolong itu, tidak akan pernah sampai kemari. Kami sudah bosan karena terlampau sering disuguhi janji basi. Di hadapan kami mereka menawarkan janji-janji manis—sementara di belakang, mereka terus saja asik mencemooh kami secara diam-diam. Apakah itu yang disebut simpati? Apakah itu yang diajarkan oleh para leluhur?”
Rasa kehilangan yang menyayat. Bau kematian yang busuk dan begitu akrab. Menjadikan dirinya sebagai sosok yang berbeda. Kesinisan meracuni pikirannya. Senjata yang diselipkan Ahmad di pinggangnya—sewaktu sahabat karibnya itu meregang nyawa—masih terus ia genggam. Tapi, senjata seakan memberinya rasa percaya diri yang salah. Ia tak lagi tahu tentang dirinya. Ia merasa sedih—tapi, sekaligus marah.
(Namun, yang pasti—ia masih terus merindukan kampung kelahirannya. Tanah tumpah darahnya!)
Yophie Tiara/ Yufita—Pontianak, 11 Januari 2000
Dimuat di Mimbar Untan, Februari 2000
Jumat, 02 Januari 2009
AMDAL
Kamis, 01 Januari 2009
30 Rahasia Wanita
meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.
2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih
baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu
menegur dengan ucapan maaf.
3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang
paling dia sayang(karena itu banyak wanita yang patah hati bila
hubungannya putus di tengah jalan).
4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan
sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki
lain.
5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan
cair seperti coklat!!
6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima
pujian.
7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah
mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu
semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah
membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.
8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak
cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap
dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.
9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan
tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang
membuat mereka langsung merasa tak berguna.
11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.
12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan
respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan
bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia
akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua temantemannya
akan tahu berita tersebut.
13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum
sembarangan kepada wanita.
14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan
persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.
15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak
keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau
menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!
18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya
mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.
19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk
memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.
20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita
ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah
dirinya sendiri.
21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang
dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!
22.Satu ucapan 'Hi' saja sudah cukup menceriakan harinya.
23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka sematamata
untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.
25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.
26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan
sepenuh hati..
27.Senjata wanita adalah airmata!!
28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise
buatnya(hadiah,bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan
terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia
tak akan ragu-ragu terhadapmu.
29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik
terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..
30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau
hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.
begitulah wanita..
http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=166069
.jpg)

.jpg)

