Kamis, 05 April 2012

SEJARAH KALIMANTAN


Sejarah Kalimantan menggambarkan perjalanan sejarah Pulau Kalimantan dimulai sejak zaman prasejarah ketika manusia ras Austrolomelanesia memasuki daratan Kalimantan pada tahun 8000 SM hingga sekarang.[rujukan?]

1. Zaman prasejarah

Bangsa Austronesia memasuki pulau ini dari arah utara kemudian mendirikan pemukiman komunal rumah panjang. Peperangan antar-klan menyebabkan pemukiman yang selalu berpindah-pindah. Adat pengayauan yang dibawa dari Formosa (Taiwan) dan kepercayaan menghormati leluhur dengan tradisi kuburan tempayan merupakan ciri umum kebiasaan penduduknya. Pulau Kalimantan ini dikenal di seluruh dunia dengan nama Borneo yaitu sejak abad ke-15 M. Nama Borneo itu berasal dari nama pohon Borneol (bahasa Latin: Dryobalanops camphora)yang mengandung (C10H17.OH) terpetin, bahan untuk antiseptik atau dipergunakan untuk minyak wangi dan kamper, kayu kamper yang banyak tumbuh di Kalimantan,[1][2] kemudian oleh para pedagang dari Eropa disebut pulau Borneo atau pulau penghasil borneol, Kerajaan Brunei yang ketika datangnya bangsa Eropa ke wilayah Nusantara ini nama Brunei itu dipelatkan oleh lidah mereka menjadi "Borneo"[rujukan?] dan selanjutnya nama Borneo ini meluas ke seluruh dunia. Nama Pulau ini di identikkan dengan nama Kerajaan Brunei[3] saat itu (Yaitu oleh para pedagang Arab, Eropa serta China) karena Kerajaan Brunei pada masa itu merupakan kerajaan yang terbesar di pulau ini, sehingga para pedagang dari seluruh penjuru dunia yang akan berkunjung ke Pulau ini yang ditujunya meraka adalah Kerajaan terbesar dipulau ini saat itu yaitu Kerajaan Brunei, sehingga pulau ini kemudian disebut Pulau Brunei yang oleh pedagang Eropa kemudian di pelatkan menjadi "Borneo". Nama Kalimantan dipakai di Kesultanan Banjar kemudian oleh pemerintah Republik Indonesia dipakai sebagai nama Provinsi Kalimantan.
  • 8000 SM : Migrasi manusia ras Austrolomelanesia memasuki daratan Kalimantan.
  • 2500 SM : Migrasi nenek moyang suku Dayak dari Formosa (Taiwan) ke Kalimantan membawa tradisi ngayau.
  • 1500 SM : Migrasi bangsa Melayu Deutero ke pulau Kalimantan.

2. Zaman Pengaruh India (Agama Hindu)

Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Para pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu yang telah mendapat pengaruh budaya India memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan untuk memenuhi permintaan pasar. Lokasi pertambangan emas berkembang menjadi pemukiman sehingga diperlukan adanya suatu kepemimpinan. Pengaruh India ditandai munculnya kerajaan tahap awal dengan pemakaian gelar Maharaja bagi pemimpin suatu kekerabatan (bubuhan) dan sekelompok orang lainnya yang bergabung dalam kepemimpinannya dalam kesatuan wilayah wanua (distrik), yang saling berseberangan dengan wanua-wanua tetangganya yang dihuni keluarga lainnya dengan dikepalai tetuanya sendiri. Gelar India Selatan warman (yang melindungi) dilekatkan pada penguasa wanua tersebut, yang kemudian memaksa wanua-wanua tetangganya membayar upeti berupa emas dan hasil alam yang laku diekspor. Klan-klan (bubuhan) mulai disatukan oleh suatu kekuatan politik yang memusat menjadi sebuah mandala (kerajaan) yang sebenarnya bukan tradisi Austronesia. Kerajaan awal ini sudah merupakan campuran ras yang datang dari beberapa daerah, tetapi di pedalaman bangsa Austronesia masih hidup dalam komunitas rumah panjang yang mandiri dan terpisah serta saling berperang untuk berburu kepala.
  • 242-226 SM : Candi Agung di kota Amuntai didirikan, merupakan situs kerajaan pertama. Pada tahun 1996, telah dilakukan pengujian C-14 terhadap sampel arang Candi Agung yang menghasilkan angka tahun dengan kisaran 242-226 SM (Kusmartono dan Widianto, 1998:19-20).
  • 200 : Penduduk Nusa Kencana migrasi ke pulau Bawean selanjutnya ke pulau Jawa, sebagian melanjutkan perjalanan ke pulau Pawinian (Karimun Jawa) menuju Sumatera.
  • 400 : Pendatang India meng-hindu-kan raja dari Kerajaan Kutai sehingga terbentuklah kerajaan Hindu pertama di Nusantara. Prasasti Yupa dan Lesong Batu oleh Raja Mulawarman menandai zaman sejarah.
  • 525 : Suku Melayu yang sudah mendapat pengaruh India memperkenalkan sistem kerajaan kepada bangsa Austronesia di lembah sungai Tabalong yaitu suku Maanyan dan suku Bukit sehingga berdirinya Kerajaan Tanjungpuri/Kerajaan Nan Sarunai berpusat di Tanjung.
  • 600 : Sebagian Proto Suku Dayak Maanyan bermigrasi ke Madagaskar.

3. Zaman Pengaruh Sriwijaya dan Awal Kedatangan Islam

  • 700 : Pengaruh Kerajaan Melayu dan Sriwijaya ditandai penemuan patung Buddha Dipamkara dan batu bertulis aksara Pallawa "siddha" dari abad ke-7 di sungai Amas, Kalimantan Selatan.
  • 745 : Kedatangan Islam pertama kali di Nusantara ditandai penemuan Batu Nisan Sandai di Sandai, Ketapang wilayah Kerajaan Tanjungpura bertarikh 127 Hijriah (745 M).
  • 1076: Kerajaan Bulungan berpusat di kawasan Bulungan sampai tahun 1156.
  • 1156: Pusat Kerajaan Bulungan berpindah ke pesisir yakni, di kawasan sungai Kayan sampai 1216.

4. Zaman Pengaruh Singhasari dan Majapahit

Pengaruh Singhasari terutama pada Bakulapura di barat daya Kalimantan.
  • 1292 : Ratu Sang Nata Pulang Pali I memerintah Kerajaan Landak, Kalimantan Barat.
  • 1300 : Aji Batara Agung Dewa Sakti menjadi Raja Kutai Kartanegara I sampai tahun 1325. Ia mendirikan kerajaannya di Tepian Batu yang kini dinamakan Kutai Lama.
  • 1325 : Aji Batara Agung Paduka Nira menjadi Raja Kutai Kartanegara II sampai tahun 1360.
  • 1340 : Patih Gumantar memerintah di Kerajaan Mempawah.

5. Zaman Kekuasaan Majapahit dan Awal Kesultanan Islam

  • 1360 : Aji Maharaja Sultan menjadi Raja Kutai Kartanegara III sampai tahun 1420. Walupun raja belum memeluk Islam, dari gelarnya menunjukkan sudah munculnya pengaruh Islam.
  • 1362 : Nan Sarunai Usak Jawa, serangan yang terulang oleh Marajampahit (Majapahit) terhadap Kerajaan Nan Sarunai/Kerajaan Kuripan menyebabkan suku Bukit menyingkir ke pegunungan Meratus dan suku Maanyan menyingkir ke daerah yang ditempati suku Lawangan.
  • 1365 : Nagarakretagama digubah oleh mpu Prapañca menyebutkan negeri-negeri di Nusa Tanjungnagara yang berada di bawah perlindungan Majapahit di bawah Patih Gajah Mada yaitu negeri-negeri Kapuas, Katingan, Sampit, Kota Ungga, Kota Waringin, Sambas, Lawai, Kadandangan, Landa, Samadang, Tirem, Sedu, Barune, Kalka, Saludung, Solot, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalong, Tanjung Kutei dan Malano di pulau Tanjungpura.
  • 1383 : Awang Alak Betatar bergelar Sang Aji menjadi Sultan Brunei I sampai tahun 1402.
  • 1385 : Dara Juanti sebagai Raja Puteri di Kerajaan Sintang dilamar oleh Patih Logender yang berasal dari Majapahit.
  • 1387 : Kerajaan Negara Dipa didirikan oleh Ampu Jatmika yang berasal dari Keling. Menurut Veerbek (1889:10) Keling, provinsi Majapahit di barat daya Kediri.
  • 1394 : Kerajaan Tidung berpusat di Pimping bagian barat dan Tanah Kuning sampai tahun 1557
  • 1400 : Baddit Dipattung, Raja Berau I dengan pusat pemerintahannya di Sungai Lati, Gunung Tabur, Berau.
  • 1408 : Pateh Berbai menjadi Sultan Brunei II sampai tahun 1425.
  • 1420 : Aji Raja Mandarsyah menjadi Sultan Kutai IV sampai tahun 1475. Islam datang di Kutai pada masa pemerintahannya dibawa oleh Tuan Tunggang Parangan.
  • 1425 : Syarif Ali, seorang menantu Sultan Brunei yang berasal dari Mekkah dinobatkan sebagai Sultan Brunei III sampai tahun 1432.
  • 1429 : Bhre Tanjungpura dijabat oleh Manggalawardhani Dyah Suragharini [= Putri Junjung Buih?] puteri dari Bhre Tumapel II (= abangnya Suhita) berkuasa sampai tahun 1464.
  • 1431 : Kota Sukadana menjadi pusat Kerajaan Tanjungpura sampai dengan tahun 1724 sejak pemerintahan Pangeran Karang Tunjung (1431-1450).
  • 1432 : Adipati Agong menjadi Sultan Brunei IV sampai tahun 1485.
  • 1441 : Nisan dari batu andesit ditemukan di Keramat Tujuh, Kabupaten Ketapang bertuliskan huruf Arab bertarikh tahun 1363 Saka. Bentuk nisannya berasal dari abad terakhir Majapahit.
  • 1472 : Raden Ismahayana gelar Raja Dipati Karang Tanjung Tua menjadi Raja Landak sampai 1542.
  • 1475 : Aji Pangeran Tumenggung Bayabaya dari Paser dinobatkan menjadi Raja Kutai Kartanegara V sampai tahun 1545.
  • 1478 : Maharaja Sari Kaburungan menjadi raja Kerajaan Negara Daha yang berpusat di Nagara. Islam datang pada masa pemerintahannya, karena seorang anaknya menikah dengan putri dari Sunan Giri.
  • 1485 : Bolkiah menjadi Sultan Brunei V sampai tahun 1524.
  • 1516 : Putri Petung menjadi Ratu Pasir sampai tahun 1567. Penguasa Pasir yang pertama ini berasal dari Kuripan (Negara Daha).
  • 1524 : Abdul Kahar menjadi Sultan Brunei VI sampai tahun 1530.
  • 24 September 1526 : Suriansyah, Sultan Banjar I memeluk Islam diperingati sebagai Hari Jadi Kota Banjarmasin. Kerajaan yang baru berdiri ini melepaskan diri dari Kerajaan Negara Daha atas dukungan Kesultanan Demak.[4]
  • 1533 : Saiful Rizal menjadi Sultan Brunei VII sampai tahun 1581.
  • 1538 : Kerajaan Tanjungpura dipimpin oleh Panembahan Baruh (1538-1550)
  • 1545 : Aji Raja Mahkota Mulia Alam menjadi Raja Kutai Kartanegara VI sampai tahun 1610, raja pertama yang memeluk Islam.
  • 1550 : Rahmatullah menjadi Sultan Banjar II sampai tahun 1570.
  • 1557 : Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet memerintah Kerajaan Tidung sampai tahun 1571 berlokasi di kawasan Pamusian wilayah Tarakan Timur.
  • 1567 : Raja Aji Mas Patih Indra menjadi Raja Pasir sampai tahun 1607.
  • 1570 : Hidayatullah I menjadi Sultan Banjar III sampai tahun 1595.
  • 1571 : Amiril Pengiran Dipati I menjabat Raja Tidung sampai tahun 1613.
  • 1581 : Shah Brunei menjadi Sultan Brunei VIII sampai tahun 1582.
  • 1582 : Muhammad Hasan menjadi Sultan Brunei IX sampai tahun 1598.
  • 1590 : Penguasa Kerajaan Tanjungpura memeluk Islam dengan memakai gelar Panembahan dan Giri, yaitu Panembahan Giri Kusuma dan mengubah nama kerajaan Hindu Tanjungpura menjadi Kesultanan Sukadana-Matan.

6. Zaman Pengaruh Awal VOC

  • 1595 : Mustainbillah menjadi Sultan Banjar IV sampai tahun 1638.
  • 1596 : Pedagang Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang di Kesultanan Banten.
  • 1598 : Abdul Jalilul Akbar menjadi Sultan Brunei X sampai tahun 1659.
  • 1599 : Sultan Brunei mengadakan perhubungan dengan Spanyol di Manila.
  • 1600 : Anam Jaya Kesuma menjadi penguasa Kerajaan Landak.
  • 1600 : Oliver van Noord, pedagang Belanda datang ke Brunei.
  • 1600 : Abang Pencin alias Pangeran Agung yang memerintah tahun 1600 - 1643 adalah Raja Sintang yang pertama memmeluk Islam.
  • 1604 : Kerajaan Matan/Sukadana mengikat perjanjian dengan Belanda (VOC) yang menimbulkan kemarahan Raja Mataram.
  • 14 Februari 1606 : Ekspedisi Belanda dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin, Karena perangainya yang buruk nahkoda ini terbunuh dalam suatu kericuhan
  • 1607 : Raja Aji Mas Anom Indra menjadi Raja Pasir sampai tahun 1644.
  • 1607 : 17 Juli 1607 Ekspedisi VOC dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin, semua ABK dibunuh sebagai pembalasan atas perampasan kapal jung Banjar di Banten tahun 1596.
  • 1 Oktober 1609 : VOC melakukan pakta kerja sama dengan Ratu Sapudak dari Kerajaan Sambas.
  • 1610 : Aji Dilanggar menjadi Sultan Kutai VII sampai tahun 1635.
  • 1610 : Raja Kudung memerintah Kerajaan Landak yang berpusat di Pekana, Karangan.
  • 1612 : Kompeni Belanda menembak hancur Banjar Lama ibukota Kesultanan Banjar, sehingga ibukotanya dipindahkan ke Martapura. Kongsi Perdagangan Inggris yang diketuai oleh Sir Hendry Middleton datang ke Brunei.
  • 1613 : Amiril Pengiran Singa Laoet menjabat Raja Tidung sampai tahun 1650.
  • 1615 : Pangeran Dipati Anta-Kasuma mendirikan Kerajaan Kotawaringin, pecahan wilayah Kesultanan Banjar paling barat yang berbatasan dengan Kesultanan Sukadana-Matan.
  • 1622 : Giri Mustika (Raden Saradewa) menantu Pangeran Dipati Anta-Kasuma dinobatkan menjadi sultan Sukadana-Matan dengan gelar Sultan Muhammad Syafiuddin (1622-1659). Kesultanan Mataram mengirim Tumenggung Bahurekso, Bupati Kendal menyerang Kesultanan Sukadana-Matan, serangan ini mengkhawatirkan kerajaan-kerajaan Kalimantan akan serangan Mataram.
  • 1625 : Muhammad Ali menjadi Sultan Brunei XII sampai 1660.
  • 1626 : Produksi lada Banjar sangat meningkat, sehingga VOC berusaha untuk memperoleh monopoli lada, dan berusaha menghilangkan kejadian tahun 1612 yaitu penyerbuan Belanda terhadap kesultanan Banjar. Belanda juga meminta maaf atas perbuatannya merampok kapal kesultanan Banjar dalam pelayaran perdagangan ke Brunei 4 Juli 1626. Perdagangan kesultanan Banjar diarahkan ke Cochin Cina (Veitnam) tidak ke Batavia.
  • 1634: VOC mengirim 6 kapal dagang ke Banjarmasin dipimpin Gijsbert van Londensteijn, kemudian ditambah beberapa kapal di bawah pimpinan Antonie Scop dan Steven Barentsz.[5]
  • 1635 : 17 Juni 1635 Kapal Pearl Inggris tiba di Banjarmasin, Tewseling dan Gregory.
  • 1635 : 4 September 1635 Sultan Banjar diwakili oleh Syahbandar Ratna Diraja Goja Babouw mengadakan kontrak dagang pertama di Betawi dengan Kompeni Belanda yang wakili oleh : Hendrik Brouwer, Antonio van Diemen, Jan van der Burgh, Steven Barentszoon. VOC juga membantu Banjar untuk menaklukan bagian timur Kalimantan (Pasir).
  • 1635 : Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa ing Martapura menjadi Sultan Kutai VIII sampai tahun 1650. Raja ini menaklukan Kerajaan Kutai Martadipura.
  • 1636 : Kesultanan Banjar mengklaim daerah sepanjang Kerajaan Sambas sampai Kesultanan Berau serta Karasikan sebagai wilayahnya karena saat itu Banjarmasin sudah memiliki kemampuan militer untuk menghadapi serangan dari Mataram.
  • 1636: Pertama kali Belanda mulai berdiam di Banjarmasin ketika VOC mendirikan kantor dagang di Banjarmasin di bawah pimpinan Wollenbrant Gelijnsen.[5]
  • 1638 : Inayatullah menjadi Sultan Banjar V sampai tahun 1645. Kesultanan Sukadana-Matan dan bawahannya Kerajaan Mempawah mengirim upeti kepada Kesultanan Banjar. Raja Muhammad Zainudin dari Kesultanan Matan memindahkan ibukota kerajaan dari sungai Matan ke negeri Indra Laya yang disebut Kerajaan Indra Laya.
  • 1638 : Contract Craemer menolak permintaan Sultan Banjar untuk mengirimkan lada ke Makassar, pecahlah perang anti VOC sebanyak 108 orang Belanda, 21 orang Jepang dibunuh, dan loji VOC dibakar serta penghancuran terhadap kapal-kapal VOC di Banjarmasin.
  • 1640 : Gubernur Jenderal VOC Antonio van Diemen memerintahkan agar permusuhan dengan Kesultanan Banjar dihentikan dan hanya menuntut 50.000 real sebagai ganti rugi kejadian tahun 1638.
  • 1641 : Upeti yang terakhir dari Kesultanan Banjar dikirim ke Kesultanan Mataram, pengiriman upeti sempat terhenti sejak meninggalnya Sultan Demak terakhir.[5]
  • 1644 : Raja Aji Anom Singa Maulana menjadi Raja Pasir sampai tahun 1667.
  • 1645 : Saidullah menjadi Sultan Banjar VI sampai tahun 1660.
  • 1650 : Aji Pangeran Dipati Agung ing Martapura menjadi Sultan Kutai IX sampai tahun 1665. Amiril Pengiran Maharajalila I menjabat Raja Tidung sampai tahun 1695.
  • 1659 : Muhammad Zainuddin I (Marhum Negeri Laya) memerintah Kesultanan Sukadana-Matan (1659-1724). Abdul Jalilul Jabbar menjadi Sultan Brunei XI sampai tahun 1660.
  • 1660 : Rakyatullah menjadi Sultan Banjar VII sampai 1663, ia membuat perjanjian dengan VOC 18 Desember 1660. Abdul Mubin menjadi Sultan Brunei XIII sampai tahun 1673.
  • 1661 : Abdul Hakkul Mubin menjadi Sultan Brunei XIII sampai tahun 1673. Utusan kesultanan Sukadana-Matan datang di Kesultanan Banjar untuk melaporkan bahwa Sukadana kembali menjadi daerah pegaruh dari Kesultanan Banjar semenjak sebelumnya pada tahun 1638.
  • 1662 : Menurut Barra pada tahun 1662 hanya ada 12 jung orang Melayu, Inggris, Portugis mengangkut lada dan emas ke Makassar, sementara di Pelabuhan Banjarmasin dipenuhi lebih dari 1000 perahu layar, baik perdagangan interinsuler maupun perdagangan inter-kontinental.
  • 1663 : Sultan Amrullah menjadi Sultan Banjar VIII, tetapi ia kemudian dikudeta oleh Sultan Agung menjadi Sultan Banjar IX sampai tahun 1679, dengan bantuan suku Biaju dan memindahkan ibukota ke Sungai Pangeran, Banjarmasin.
  • 1665 : Aji Pangeran Dipati Maja Kusuma ing Martapura menjadi Sultan Kutai X sampai tahun 1686.
  • 1667 : Panembahan Sulaiman I menjadi Raja Pasir sampai tahun 1680.
  • 21 Januari 1668 : Lamohang Daeng Mangkona mendirikan Kota Samarinda yang penduduknya dikenal sebagai orang Bugis Samarinda Seberang.
  • 1670 : Sultan Muhammad Tajuddin dari Sambas memerintah sampai tahun 1708.
  • 1672 : Sultan Nata Muhammad Syamsudin Sa'idul Khairiwaddien, sebagai Raja Sintang yang pertama memakai memakai gelar yang lebih tinggi Sultan, memerintah sampai tahun 1737.
  • 1673 : Muhyiddin menjadi Sultan Brunei XIV sampai tahun 1690.
  • 1675 : Muhammad Syafeiuddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 16701675 - 1685.
  • 1680 : Amirullah Bagus Kusuma naik tahta kembali menjadi Sultan Banjar X sampai tahun 1700. Panembahan Adam I menjadi Raja Pasir sampai tahun 1705. Raja Senggauk menjadi Raja Mempawah.
  • 1686 : Ratu Agung, wanita pertama memimpin Kesultanan Kutai Kartanegara hingga tahun 1700.
  • 18 Januari 1689 : Penyebar agama Katolik, Antonio Ventimiglia tiba di Banjarmasin dari Goa, India.[6]
  • 25 Juni 1689 : Kapal Portugis di bawah pimpinan Kapten Cotingo memasuki daerah Pulau Petak di kabupaten Kapuas dan menjalin hubungan dengan suku Dayak Ngaju.
  • 1690 : Nassaruddin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1705.
  • 1695 : Amiril Pengiran Maharajalila II menjabat Raja Tidung sampai tahun 1731.
  • 1699 : Pada bulan April, dua orang bangsa Inggris Henry Watson dan Captain Cotesworth diinstruksikan mendirikan factory/gudang di Banjarmasin.[7]
  • 1700 : Hamidullah menjadi Sultan Banjar XI sampai tahun 1734. Aji Pangeran Dipati Tua menjadi Sultan Kutai Kartanegara XII yang sampai tahun 1710. Tahun 1700 terjadi perang antara Landak dan Matan,karena perebutan pewarisan intan kobi. Landak dibantu oleh Banten dan VOC, karena itu kemudian Banten menyatakan Landak dan Matan di bawah kuasa Kesultanan Banten.
  • 1701 : Sesudah kekalahan orang-orang Banjar dalam Perang Inggris-Banjar I pada Oktober 1701, orang-orang Cina kehilangan tempat dan hak mereka dalam pasar lada. Karena sebagian besar tindakan raja Banjar diatur oleh Inggris sebagai pemenang perang, maka diperintahkanlah semua rakyatnya untuk menjual ladanya kepada orang-orang di bawah pengawasan Inggris, yang mendirikan tempat penjagaan yang terletak di muara sungai Barito.
  • 1703 : Sultan Aji Muhammad Alamsyah menjadi Sultan Pasir I sampai tahun 1726, untuk pertama kalinya penguasa Pasir mengambil gelar yang lebih tinggi Sultan.
  • 1705 : Hussin Kamaluddin menjadi Sultan Brunei (periode I) sampai tahun 1730.
  • 1707 : Orang-orang Inggris diusir dari Banjar dalam Perang Inggris-Banjar II tahun 1707, sehingga orang-orang Cina dapat bebas kembali untuk mengadakan transaksi dengan para pedagang lada Banjar dan Biaju. Jumlah orang-orang Cina yang berkumpul di daerah Kesultanan Banjar makin hari makin besar terdiri atas pedagang-pedagang jung dan pedagang-pedagang menetap.
  • 1708 : Umar Akamuddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1732.
  • 1710 : Aji Pangeran Anum Panji Mendapa ing Martapura menjadi Sultan Kutai Kartanegara XIII sampai tahun 1735.
  • 1724 : Pemerintahan Kerajaan Matan/Sukadana oleh Sultan Ma'aziddin (1724-1762).
  • 1726 : Sebagai menantu dari Sultan Pasir, La Madukelleng (Pahlawan Nasional) menjabat Raja Pasir sampai tahun 1736.
  • 1730 : Muhammad Alauddin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1745.
  • 1731 : Wira Amir menjadi Sultan Bulungan I sampai tahun 1777. Amiril Pengiran Dipati II menjabat Raja Tidung sampai tahun 1765.
  • 1732 : Abubakar Kamaluddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1762. Ibukota Kesultanan Kutai dipindah dari Kutai Lama ke Pemarangan.
  • 1733 : Panglima perang dari La Madukelleng (Arung Singkang) menyerang Banjarmasin tetapi mengalami kegagalan.
  • 1734 : Tamjidillah I menjadi Sultan Banjar XII sampai tahun 1759.
  • 1735 : Aji Muhammad Idris menjadi Sultan Kutai Kartanegara XIV sampai tahun 1778.
  • 1736 : Sultan Sepuh I Alamsyah menjadi Sultan Pasir II sampai tahun 1766.
  • 1740 : Panembahan Mempawah, Opu Daeng Manambung mendatangkan pekerja tambang dari daratan Cina.
  • 1745 : Hussin Kamaluddin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1762 untuk kedua kalinya.
  • 1747 : Kompeni Belanda mendirikan benteng di Pulau Tatas (Banjarmasin) merupakan permukiman Eropa pertama di Kalimantan hingga tahun 1810 kemudian ditinggalkan oleh Marshall Daendels sesuai perjanjian dengan Sultan Banjar.
  • 1750 : Puana Dekke meminjam tanah kepada Tamjidullah I untuk mendirikan pemukiman di tenggara Kalsel yang kelak dikenal sebagai orang Bugis Pagatan.

7. Zaman Kekuasaan VOC

Orang-orang Italia merupakan orang Eropa pertama yang mengunjungi Kalimantan pada abad ke-14, kemudian disusul orang Spanyol, Inggris, dan Belanda. Kerajaan Sambas merupakan daerah pertama yang berada di bawah pengaruh Belanda semenjak kontrak dengan VOC yang dibuat oleh Ratu Sapudak (Raja Sambas) pada tanggal 1 Oktober 1609. Pada tanggal 4 September 1635, Kesultanan Banjar membuat kontrak perdagangan yang pertama dengan VOC dan VOC akan membantu Banjar menaklukan Paser. Sejak 1636, Banjarmasin berusaha menjadi pusat mandala bagi kerajaan-kerajaan lainnya yang ada di Kalbar, Kalteng, dan Kaltim. Hikayat Banjar mencatat adanya pengiriman upeti kepada Sultan Banjarmasin dari Sambas, Sukadana, Paser, Kutai, Berau, Karasikan (Buranun/Sulu), Sewa Agung (Sawakung), Bunyut dan negeri-negeri di Batang Lawai. Sukadana (dahulu bernama Tanjungpura) merupakan induk bagi kerajaan Tayan, Meliau, Sanggau dan Mempawah. Pada tahun 1638 di Banjarmasin terjadi tragedi pembantaian terhadap orang-orang Belanda dan Jepang sehingga Belanda mengirim ekspedisi penghukuman dan membuat ancaman terhadap Kesultanan Banjarmasin, Kerajaan Kotawaringin dan Kerajaan Sukadana. Tahun 1700 Sukadana (Matan) mengalami kekalahan dalam perang dengan Landak (vazal Banten). Landak dibantu Banten dan VOC, sehingga Banten mengklaim Landak dan Sukadana (sebagian besar Kalbar) sebagai wilayahnya. Tahun 1756 VOC berusaha mendapatkan Lawai, Sintang dan Sanggau dari Banjarmasin. Daerah awal di Kalimantan yang diklaim milik VOC adalah wilayah sepanjang pantai dari Sukadana sampai Mempawah yang diberikan oleh Kesultanan Banten pada 26 Maret 1778. VOC sempat mendirikan pabrik di Sukadana dan Mempawah tetapi 14 tahun kemudian ditinggalkan karena tidak produktif (Sir Stamford Rafless, The History of Java). Pendirian Kesultanan Pontianak yang didukung VOC di muara sungai Landak semula diprotes Landak karena merupakan wilayahnya tetapi akhirnya mengendur karena tekanan VOC. Pada 13 Agustus 1787, Kesultanan Banjar menjadi daerah protektorat VOC dan vazal-vazal Banjarmasin diserahkan kepada VOC meliputi Kaltim, Kalteng, sebagian Kalsel, dan pedalaman Kalbar, yang ditegaskan lagi dalam perjanjian 1826. Hindia Belanda kemudian membentuk Karesidenan Sambas dan Karesidenan Pontianak dengan diangkatnya raja-raja sebagai regent dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Belakangan Karesidenan Sambas dilebur ke dalam Karesidenan Pontianak beserta daerah pedalaman Kalbar menjadi Karesidenan Borneo Barat. Tahun 1860 Hindia Belanda menghapuskan Kesultanan Banjar, kemudian terakhir wilayahnya menjadi bagian dari Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo.
  • 1756 : Pada 20 Oktober 1756 Tamjidullah I membuat perjanjian dengan VOC berisi larangan berdagang lada dengan orang Cina, Inggris dan Prancis selanjutnya VOC akan membantu menaklukkan kembali daerah yang memisahkan diri seperti : Berau, Kutai, Paser, Sanggau, Sintang dan Lawai.
  • 1759 : Muhammad Aliuddin Aminullah menjadi Sultan Banjar XIII sampai tahun 1761.
  • 1761 : Susuhunan Nata Alam adalah Sultan Banjar XIV sampai tahun 1801, sebelumnya sebagai wali Putra Mahkota yang masih kecil.
  • 1762 : Umar Akamuddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1793. Di Brunei, Omar Ali Saifuddin I menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1795.
  • 1765 : Amiril Pengiran Maharajadinda menjabat Raja Tidung sampai tahun 1782.
  • 1766 : Sultan Ibrahim Alam Syah menjadi Sultan Pasir III sampai tahun 1786.
  • 23 Oktober 1771 : Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie yang pada tahun 1778 direstui VOC-Belanda sebagai Sultan Pontianak I berkuasa sampai tahun 1808. Pendirian kerajaan baru di muara sungai Landak ini semula diprotes oleh Kerajaan Landak.
  • 1772 : Sayyid Idrus Alaydrus, menantu Sultan Mahmud Badaruddin I dari Kesultanan Palembang diangkat VOC-Belanda menjadi Yang DiPertuan Kerajaan Kubu yang pertama, memerintah sampai tahun 1795.
  • 1775 : La Pangewa, pemimpin orang Bugis-Pagatan direstui Sultan Tahmidullah II sebagai raja pertama Kerajaan Pagatan, setelah menggempur Pangeran Amir (Raja Kusan I) yang menyingkir hingga ke Kuala Biaju.
  • 1777 : Republik Lanfang sebuah negara Hakka di Kalimantan Barat didirikan oleh Low Fang Pak sampai akhirnya dihancurkan oleh VOC-Belanda di tahun 1884.
  • 1778 : Menurut akta tanggal 26 Maret 1778 Landak dan Sukadana diserahkan kepada Kompeni Belanda oleh Sultan Banten. Inilah wilayah yang mula-mula menjadi milik VOC.
  • 1778 : Aji Muhammad Aliyeddin menjadi Sultan Kutai Kartanegara XIV sampai tahun 1780.
  • 1780 : Aji Muhammad Muslihuddin menjadi Sultan Kutai Kartanegara XV sampai tahun 1816.
  • 1782 : Amiril Pengiran Maharajalila III menjadi Raja Tidung sampai tahun 1817.
  • 28 September 1782 : Pemindahkan ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara dari Pemarangan ke Tepian Pandan.
  • 1785 : Pangeran Amir dibantu Arung Tarawe menyerang Tabaneo dengan pasukan 3000 orang Bugis-Paser berkekuatan 60 buah perahu untuk menuntut tahta Kesultanan Banjar dari Tahmidullah II.[8]
  • 1786 : Ratu Agung menjadi Sultan Pasir II sampai tahun 1788.
  • 14 Mei 1787 : Pangeran Amir ditangkap Kompeni Belanda, kemudian diasingkan ke Srilangka.
  • 13 Agustus 1787 : Sultan Tahmidullah II menyerahkan kedaulatan Kesultanan Banjar kepada VOC menjadi daerah protektorat dengan Akte Penyerahan di depan Residen Walbeck, setelah VOC-Belanda berhasil menyingkirkan Pangeran Amir, rivalnya dalam perebutan tahta. Sebagian besar Kalimantan diserahkan menjadi properti perusahaan VOC.
  • 1788 : Sultan Dipati Anom Alamsyah menjadi Sultan Pasir III sampai tahun 1799. Sultan ini menikahi Ratu Intan I yaitu Ratu dari Tjangtoeng dan Batoe Litjin.
  • 1789 : Sultan Pontianak dengan dukungan Belanda melakukan serangan terhadap Panembahan Mempawah dengan tujuan merebut wilayah Panembahan Mempawah. Kongsi Lan Fong kemudian juga mengirimkan pasukannya membantu pasukan Sultan Pontianak. Panembahan Mempawah kalah kemudian Raja Panembahan Mempawah mengundurkan dirinya ke daerah Karangan dan kemudian menetap di sana.
  • 1790 : Abubakar Tajuddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1814.
  • 1795 : Muhammad Tajuddin menjadi Sultan Brunei IX sampai tahun 1807. Memerintahkan Khatib Haji Abdul Latif menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei serta memerintahkan supaya membuat rumah wakaf untuk jamaah haji Brunei di Mekkah.
  • 1797 : Kedaulatan atas daerah Paser dan Pulau Laut diserahkan VOC kembali kepada Sultan Banjar, Tahmidullah II.
  • 1799 : Sultan Sulaiman II Alamsyah menjadi Sultan Pasir IV sampai tahun 1811.

8. Zaman Hindia Belanda

  • 1801 : Sulaiman Saidullah II menjadi Sultan Banjar XV sampai tahun 1825.
  • 1806 : Muhammad Jamalul Alam I menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1807.
  • 1806 : 11 Agustus 1806 Keraton Banjar berganti nama dari Bumi Kencana menjadi Bumi Selamat.
  • 1807 : Muhammad Kanzul Alam menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1829.
  • 1808 : Syarif Kasim Alkadrie menjadi Sultan Pontianak II sampai tahun 1819.
  • 1810 : Sultan Alimuddin menjadi sultan pertama Kesultanan Sambaliung, pecahan Kesultanan Berau yang dibagi dua.
  • 1811 : Sultan Ibrahim Alamsyah menjadi Sultan Pasir sampai tahun 1815.
  • 1812 : Alexander Hare menjadi Resident-commissioner bagi pemerintahan Inggris di Banjarmasin.[9]
  • 1814 : Ratu Imanuddin memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Kotawaringin dari Kotawaringin Lama ke Pangkalan Bun.
  • 1814 : Muhammad Ali Syafeiuddin I menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1828.
  • 1815 : Sultan Mahmud Han Alamsyah menjadi Sultan Pasir sampai tahun 1843.
  • 1816 : Aji Muhammad Salehuddin menjadi Sultan Kutai XVI sampai tahun 1845.
  • 1817 : Amiril Tadjoeddin menjabat Raja Tidung sampai tahun 1844.
  • 1817 : 1 Januari 1817 Kontrak Persetujuan Karang Intan I antara Sultan Sulaiman dari Banjar dengan Hindia Belanda diwakili Residen Aernout van Boekholzt.
  • 1819 : Syarif Osman Alkadrie menjadi Sultan Pontianak III sampai tahun 1855. Ia ditunjuk Pemerintah Hindia Belanda untuk memimpin Afdeeling Pontianak.
  • 1820 : Zainul Abidin II bin Badruddin (1820 - 1834) menjadi Sultan Gunung Tabur I, pecahan dari Kesultanan Berau. Pangeran Musa menantu Sultan Sulaiman dari Banjar menjadi Raja Kusan II sampai tahun 1830.
  • 1823 : 13 September 1823 : Kontrak Persetujuan Karang Intan II antara Sultan Sulaiman dari Banjar dengan Hindia Belanda diwakili Residen Mr. Tobias.
  • 1825 : Adam Alwasikh Billah menjadi Sultan Banjar XVI sampai tahun 1857. Di Brunei, Muhammad Alam menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1828.
  • 1825 : Bulan Juli 1825, Pangeran Aji Jawi, Raja Tanah Bumbu menjalin kontrak dengan Hindia Belanda.
  • 1826 : Setelah serangan penaklukan keraton Banjar di Banjarmasin pada tahun 1826, Hindia Belanda telah membuat aturan daerah mana saja yang masih dikuasai Kesultanan Banjar dan menentukan pembagian wilayah-wilayah.
  • 1828 : Usman Kamaluddin menjadi wali Sultan Sambas sampai tahun 1832.
  • 1829 : Omar Ali Saifuddin II menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1852.
  • 1830 : Pangeran M. Nafis bin Pangeran Musa menjadi Raja Kusan III sampai tahun 1840.
  • 1832 : Umar Akamuddin III menjadi wali Sultan Sambas sampai tahun wafat 22 Desember 1846.
  • 1835: Zending dari Jerman mulai bekerja di selatan Kalimantan.[10]
  • 1837 : Berdirinya swapraja Kerajaan Matan berdiri dengan rajanya Panembahan Anom Kusuma Negara.
  • 1840 : Pangeran Jaya Sumitra bin Pangeran M. Nafis menjadi Raja Kusan IV sampai tahun 1850.
  • 24 September 1841 : James Brooke diangkat menjadi gubernur Sarawak
  • 1841 : Pangeran Aji Jawi, Raja Tanah Bumbu mangkat. Pangeran Mangku Bumi menjadi Raja Sampanahan, Pangeran Muda Muhammad Arifbillah menjadi Raja Cengal, Manunggul, Bangkalaan, sedangkan Raja Aji Mandura sebagai Raja Cantung.
  • 18 Agustus 1842 : James Brooke diberi gelar Rajah oleh Sultan Brunei. James Brooke menguasai wilayah Sarawak yang paling barat hingga kematiannya pada 1868.
  • 1843 : Sultan Adam II Aji Alamsyah menjadi Sultan Pasir sampai tahun 1853.
  • 1844 : Amiril Pengiran Djamaloel Kiram menjabat Raja Tidung sampai tahun 1867.
  • 11 Oktober 1844 : Sultan Kutai mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan yang diwakili oleh seorang Residen yang berkedudukan di Banjarmasin.
  • 1845 : Swapraja Kerajaan Matan dipimpin oleh Panembahan Muhamamad Cabran dari tahun 1845-1908.
  • 18 Maret 1845 : Kontrak dengan Hindia Belanda mengenai wilayah Kesultanan Banjar. Wilayah baru ini lebih kecil dibanding dengan sebelumnya, yaitu hanya daerah inti dari Kesultanan Banjar dan tidak mempunyai akses ke laut. Dan Belanda mengangkat gubernur bernama Weddik. [5]
  • 1846 : Raja Aji Mandura, menggabungkan negeri Buntar-Laut dengan Kerajaan Cantung, sehingga ia menjadi Raja Cantung dan Buntar-Laut.
  • 1846 : Abu Bakar Tadjuddin II menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1854. Masa pemerintahan Ratu Intan II, ratu dari Bangkalaan, Manoenggoel dan Tjingal.
  • 28 September 1849 : Gubernur Jenderal J.J. Rochussen datang ke Pengaron di Kesultanan Banjar untuk meresmikan pembukaan tambang batu bara Hindia Belanda pertama yang dinamakan Tambang Batu Bara Oranje Nassau Bentang Emas.
  • 1850 : Pangeran Akhmad Hermansyah menjadi Raja Kotawaringin sampai tahun 1865. Aji Muhammad Sulaiman menjadi Sultan Kutai XVIII sampai tahun 1899. Pangeran Jaya Sumitra menjadi Raja Pulau Laut I sampai tahun 1861.
  • 1852 : Abdul Momin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1885.
  • 8 Agustus 1852 : Tanpa persetujuan Sultan Adam, Pangeran Tamjidillah II diangkat menjadi Sultan Muda oleh Pemerintah Hindia Belanda merangkap Mangkubumi di Kesultanan Banjar. Hindia Belanda dan Tamjidilah II sudah membangun konsesus dalam mendapatkan tanah apanase di Pengaron sebagai wilayah pertambangan batu bara.
  • 1853 : Pemerintah Hindia Belanda menempatkan J. Zwager sebagai Asisten Residen di Samarinda. Sultan Sepuh II Alamsyah menjadi Sultan Pasir sampai tahun 1875.
  • 1854 : Umar Kamaluddin menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1866.
  • 1855 : Syarif Hamid Alkadrie menjadi Sultan Pontianak IV sampai tahun 1872.
  • 9 Oktober 1856 : Hindia Belanda mengangkat Hidayatullah II sebagai Mangkubumi Banjar untuk meredam pergolakan di Kesultanan Banjar atas tersingkirnya Pangeran Hidayatullah yang didukung oleh kaum ulama dan bangsawan keraton serta telah mendapat wasiat dari Sultan Adam sebagai Sultan Banjar.
  • 30 April 1856 : Pangeran Hidayatullah II menandatangani persetujuan pemberian konsesi tambang batu bara kepada Hindia Belanda karena pengangkatannya sebagai Mangkubumi Banjar.
  • 1857 : Tamjidillah Alwasikh Billah diangkat Belanda menjadi Sultan Banjar XVII sampai tahun 1860 kemudian dimakzulkan dan dikirim Belanda ke Bogor.
  • 11 November 1858 : Pertama kali meletusnya Perang Banjar, dipimpin Pangeran Antasari.
  • 18 April 1859 : Penyerangan terhadap tambang Oranje Nassau dipimpin langsung oleh Pangeran Antasari dibantu oleh Pembekal Ali Akbar dan Mantri Temeng Yuda atas persetujuan Pangeran Hidayatulah II.
  • 25 Juni 1859 : Hindia Belanda memakzulkan Tamjidillah II sebagai Sultan Banjar sebagai hasil kesepakatan Mangkubumi Pangeran Hidayatullah II dan Kolonel Andresen untuk memulihkan keadaan. Dengan siasat menempatkan Pangeran Hidayatullah sebagai Sultan Banjar dan menurunkan Tamjidillah II karena Belanda menilai penyerangan tambang mereka berkaitan dengan kekuasaan di Kesultanan Banjar.
  • 27 September 1859 : Belanda berhasil menduduki benteng pasukan Pangeran Antasari di Gunung Lawak.
  • 5 Februari 1860 : Belanda mengumumkan bahwa jabatan Mangkubumi Pangeran Hidayat dihapuskan.[11]
  • 11 Juni 1860 : Residen Belanda, I. N. Nieuwen Huyzen mengumumkan penghapusan kerajaan di seluruh Kalimantan, termasuk pemerintahan Kesultanan Banjar.
  • 1860 : Pangeran Syarif Ali Alaydrus putera dari Syarif Idrus Alaydrus raja Kerajaan Kubu diangkat Belanda menjadi Raja Sabamban I
  • 1861 : Pangeran Abdul Kadir menjadi Raja Pulau Laut II sampai tahun 1873.
  • 14 Maret 1862 : Pangeran Antasari ditabalkan sebagai Panembahan (Sultan Banjar XVIII) oleh para kepala suku Dayak yang dipimpin oleh Kiai Yang Pati Jaya Raja, adipati (gubernur) wilayah Tanah Dusun, Kapuas dan Kahayan.
  • 11 Oktober 1862 : Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional) mangkat karena penyakit cacar.
  • 1862 : Gusti Muhammad Seman menjadi Sultan Banjar XIX dalam pemerintahan Pagustian sampai gugur di tembak Belanda pada tahun 1905.
  • 1863 : Suku Iban bermigrasi ke daerah hulu sungai Saribas dan sungai Rajang, dan menyerang suku Kayan di daerah hulu sungai-sungai dan terus maju ke utara dan ke timur. Perang dan serangan pengayauan menyebabkan suku-suku lain terusir dari lahannya.
  • 27 Februari 1864 : eksekusi Demang Lehman di tiang gantungan di tanah lapang Martapura.
  • 1865 : Pangeran Ratu Anom Kusuma Yudha menjadi Raja Kotawaringin sampai tahun 1904.
  • 16 Agustus 1866 : Muhammad Syafeiuddin II menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1924.
  • 1867 : Datoe Maoelana/Ratoe Intan Doera menjabat Raja Tidung sampai tahun 1896.
  • 1872 : Syarif Yusuf Alkadrie menjadi Sultan Pontianak V sampai tahun 1895.
  • 1873 : Pangeran Berangta Kasuma menjadi Raja Pulau Laut III sampai tahun 1881.
  • 1875 : Pangeran Aji Inggu putera Sultan Sepuh II Alamsyah menjadi Raja Pasir sampai tahun 1876.
  • 1876 : Perang Sukadana dengan Pontianak, pelabuhan Sukadana akhirnya ditutup. Sultan Abdur Rahman Alamsyah (1876 - 1896) dinobatkan oleh rakyat menjadi Sultan Pasir di Benua dan Sultan Muhammad Ali (1876 - 1898) dinobatkan oleh Belanda menjadi Sultan Pasir di Muara Pasir.
  • 1877 : Abdul Momin membuat perjanjian dengan Gustavus Baron de Over-back dan Alfred Dent mengenai penggadaian terhadap wilayah-wilayah Brunei di Sabah.
  • 1881 : Sabah diambil alih oleh British North Borneo Company kemudian menjadi protektorat Britania Raya dengan masalah internal tetap diadministrasi oleh perusahaan tersebut tahun 1888. Pangeran Amir Husin Kasuma menjadi Raja Pulau Laut IV sampai tahun 1900.
  • 1885 :Hashim Jalilul Alam Aqamaddin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1906.
  • 1894 : Pertemuan suku-suku Dayak di Tumbang Anoi, Kalimantan Tengah untuk mengakhiri tradisi ngayau.
  • 1895 : Pencatatan penduduk Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo terdiri : 598 orang Eropa, 4.525 orang China, 1.534 orang Arab, 116 orang Timur Asing serta 803.013 orang Bumiputera. Syarif Muhammad Alkadrie menjadi Sultan Pontianak VI sampai tahun 1944.
  • 1896 : Datoe Adil menjabat Raja Tidung sampai tahun 1916.
  • 1898 : Kevakuman pemerintahan Kesultanan Pasir sampai tahun 1899 karena diambil alih Belanda.
  • 1899 : Residen C.A Kroesen memimpin Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo. Aji Muhammad Alimuddin menjadi Sultan Kutai XIX sampai 1910. Sultan Ibrahim Khaliluddin menjadi Sultan Pasir sampai tahun 1908.
  • 1903 : Sultan Brunei mengutus surat kepada Sultan Abdul Hamid II, Turki Usmaniyah karena Limbang (wilayah Brunei) direbut oleh Charles Brooke pada tahun 1890.
  • 1905 : Pangeran Ratu Sukma Negara menjadi Raja Kotawaringin sampai tahun 1913.
  • 24 Januari 1905 : Sultan Muhammad Seman, putra dari Pangeran Antasari gugur melawan Belanda di pedalaman sungai Barito.
  • 15 September 1905 : Panglima Batur digantung Belanda.
  • 1906 : Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin menandatangani Perjanjian Protektorat Inggris atas Brunei dan menerima Sistem Residen di Brunei. Penggantinya, Muhammad Jamalul Alam II menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1924.
  • 1908 : Gusti Muhammad Saunan berkuasa di swapraja Kerajaan Matan sejak 1908-1944.
  • 1914 : Pangeran Ratu Sukma Alamsyah menjadi Raja Kotawaringin sampai tahun 1939.
  • 1919 : Banjarmasin ibukota Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo mendapat otonomi pemerintahan menjadi Gemeente Bandjermasin.
  • 1920 : Untuk menghindari rodi (erakan) yang dijalankan Belanda gelombang terakhir suku Banjar migrasi menyusuri jalur selatan Kalimantan Barat, pantai utara Bangka (Belinyu) menuju Kuala Tungkal dan Tembilahan selanjutnya menyebar ke Sumatera Utara, Batu Pahat dan Perak, Malaysia. Jalur ini merupakan jalur kuno migrasi Suku Maanyan ke Madagaskar.
  • 14 November 1920 : Sultan Aji Muhammad Parikesit menjadi Sultan Kutai XX.
  • 1923 : Nasional Borneo Kongres ke-1 diprakarsai oleh Sarekat Islam.
  • 1924 : Muhammad Ali Syafeiuddin II menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1926 dan di Brunei, Ahmad Tajuddin menjadi Sultan Brunei sampai tahun 1950. Di Banjarmasin, J. De Haan menggantikan kedudukan C.J. Van Kempen sebagai residen Belanda sampai tahun 1929
  • 29 Maret-31 Maret 1924 : National Borneo Congres ke-2, dihadiri Sarekat Islam lokal dan wakil-wakil Perserikatan Dayak (non Islam).
  • 1926 : Muhammad Ibrahim Syafeiuddin menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1944.
  • 1929 : R. Koppenel menjadi residen Belanda di Banjarmasin sampai tahun 1931.
  • 1933 : W.G. Morggeustrom menjadi residen Belanda di Banjarmasin sampai 1937.
  • 12 Juni 1936: Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Tanjung Puting sebagai cagar alam dan suaka margasatwa.
  • 1938 : Residentie Wester Afdeeling van Borneo dan Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo menjadi sebuah Kegubernuran Borneo dengan dr. A. Haga sebagai gubernur sampai kedatangan Jepang. Gemeente Bandjermasin ditingkatkan menjadi Stads Gemeente Bandjermasin.
  • 1940 : Pangeran Ratu Anom Alamsyah menjadi Raja Kotawaringin sampai tahun 1948.
  • 25 Desember 1941 : Jepang membom Lapangan Terbang Ulin, Landasan Ulin, Banjarbaru.

9. Zaman Jepang

  • 21 Januari 1942 : Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda di sungai Barito perairan Alalak, Barito Kuala.
  • 8 Februari 1942 : Jepang memasuki Muara Uya, Tabalong, Gubernur Haga mengungsi ke Kuala Kapuas selanjutnya menuju pedalaman Barito yaitu Puruk Cahu, dengan rencana untuk merebut kembali ibukota Borneo (Banjarmasin) dengan perang gerilya.
  • 10 Februari 1942 : Tentara Jepang memasuki Banjarmasin, ibukota Borneo (Kalimantan).
  • 12 Februari 1942 : Tentara Jepang mengeluarkan maklumat kota Banjarmasin dan daerahnya diserahkan kepada Pimpinan Pemerintahan Civil.
  • 3 Maret 1945 : Misi operasi Platypus mulai dijalankankan di Balikpapan.[12]
  • 5 Maret 1942 : A.A Hamidhan menerbitkan surat kabar Kalimantan Raya di Banjarmasin.
  • 18 Maret 1942 : Kiai Pangeran Musa Ardi Kesuma ditunjuk Jepang sebagai Ridzie, penguasa tertinggi pemerintah sipil meliputi wilayah Banjarmasin, Hulu Sungai dan Kapuas-Barito.
  • 1944 : Syarif Thaha Alkadrie menjadi Sultan Pontianak VII sampai tahun 1945.Muhammad Taufik menjadi Sultan Sambas sampai tahun 1984.
  • 17 April 1945 : Rakyat Banjarmasin mulai diwajibkan memberi hormat dengan membungkukkan badan kepada setiap tentara Jepang baik yang naik sepeda, mobil dan sebagainya.

10. Zaman NICA dan Federalisme

  • 1945 : Sultan Hamid II menjadi Sultan Pontianak VIII sampai tahun 1950.
  • 6 Mei 1945 : Pembentukan TRI pasukan MN 1001, MKTI (MN=Muhammad Noor)
  • 2 September 1945 : Pemerintahan Sukarno-Hatta melantik Ir. H. Pangeran Muhammad Noor sebagai gubernur Kalimantan.
  • 17 Oktober 1945 : Penerjunan pertama pasukan payung Republik Indonesia di Desa Sambi, Arut Utara, Kotawaringin Barat (Palagan Sambi). Tanggal ini menjadi Hari Jadi Paskhas TNI AU.
  • 9 November 1945 : Pertempuran di Banjarmasin melawan Belanda.
  • 31 Januari 1946 : Di Yogyakarata, Presiden Sukarno menerima 32 pemuda Kalimantan[13]
  • 1946 : Pemerintahan perusahaan British North Borneo Company berakhir dan Sabah menjadi koloni dari British North Borneo sampai menjadi federasi Malaysia pada 1963.
  • 17 Mei 1949 : Proklamasi Kalimantan oleh Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan oleh Letkol. Hasan Basry (Pahlawan Nasional).
  • 1950 : Omar Ali Saifuddin III menjadi Sultan Brunei 1967.
  • 18 April 1950 : Pembubaran Dewan Dayak Besar, Dewan Banjar dan Federasi Kalimantan Tenggara.

11. Zaman modern

  • 14 Agustus 1950 : Pembentukan provinsi Kalimantan setelah bubarnya RIS dengan gubernur dr. Moerjani, tetap diperingati sebagai Hari Jadi Propinsi Kalimantan Selatan.
  • 23 September 1953 : Wafatnya Ratu Zaleha, putri Sultan Muhammad Seman, tokoh emansipasi wanita Kalimantan, sebelumnya diasingkan di Cianjur.
  • 4 Oktober 1956 : Sidang Kabinet memutuskan untuk memekarkan Propinsi Kalimantan menjadi tiga provinsi otonom.
  • 7 Desember 1956 : Kalimantan dipecah menjadi provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
  • 23 Mei 1957 : Pembentukan provinsi Kalimantan Tengah dimekarkan dari Kalimantan Selatan.
  • 8 Desember 1962 : Revolusi Brunei pecah yang dipimpin oleh Yassin Affandi dan pemberontak bersenjatanya (Tentara Nasional Kalimantan Utara).
  • 1963 : Sabah dan Sarawak bergabung dalam federasi Malaysia.
  • 1967 : Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah menjadi Sultan Brunei XXIX hingga kini.
  • 4 Januari 1979 : Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan.
  • 1 Januari 1984 : Brunei Darussalam telah berhasil mencapai kemerdekaan sepenuhnya.
  • 1984 : Pangeran Ratu Winata Kusuma sebagai kepala rumah tangga Kesultanan Sambas.
  • 12 Mei 1984 : Penetapan Taman Nasional Tanjung Puting oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia.
  • 1999 : Haji Aji Muhammad Salehuddin II menjadi Raja Kutai Kartanegara XXI hingga kini.
  • 26 Mei - 29 Mei 2008 : Rakernas I Majelis Adat Dayak Nasional di Palangkaraya menuntut Otonomi Khusus untuk Kalimantan

12. Referensi

  1. borneo
  2. borneol definition
  3. 'Baru nah'
  4. (ms)Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.
  5. ^ (id) Amir Hasan Kiai Bondan, Suluh Sedjarah Kalimantan
  6. Characteristics of the Diocese Diocese of Palangka Raya
  7. R. Suntharalingam, The British in Banjarmasin: An Abortive Attempt in Settlement 1700-1707
  8. Buginese on Borneo
  9. (id) Rosihan Anwar, Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia, Jilid 1, Penerbit Buku Kompas, 2004 ISBN 979-709-141-4, 9789797091415
  10. (id) Th. van den End, Ragi Carita 1, Jilid 1 dari Ragi carita: sejarah gereja di Indonesia, BPK Gunung Mulia, 1987, ISBN 979-415-188-2, 9789794151884
  11. (id) Tamar Djaja, Pustaka Indonesia: riwajat hidup orang-orang besar tanah air, Volume 2, Bulan Bintang, 1966
  12. (en) A. B. Feuer, Australian commandos: their secret war against the Japanese in World War II, Stackpole Military history series, Stackpole Books, 2006, ISBN 0-8117-3294-0, 9780811732949
  13. [http://books.google.co.id/books?id=QrL5g_wp3i8C&lpg=PA42&dq=balikpapan%20banjarmasin&pg=PA43#v=onepage&q=balikpapan%20banjarmasin&f=true (id) Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer, Ediati Kamil, Kronik revolusi Indonesia, Volume 1, Kepustakaan Populer Gramedia, 1999 ISBN 9799023270, 9789799023278]. 
Original source : www.wapedia.mobi

Seni tato dan telinga panjang menjadi ciri khas atau identitas yang
sangat menonjol sebagai penduduk asli Kalimantan. Dengan ciri khas dan
identitas itulah yang membuat suku Dayak di kenal luas hingga dunia
internasional dan menjadi salah satu kebanggan budaya yang ada di
Indonesa.
Namun tradisi ini sekarang justru semakin ditinggalkan dan nyaris
punah. Trend dunia fashion telah mengikis budaya tersebut . Kalaupun
ada yang bertahan, hanya sebagian kecil golongan generasi tua suku
Dayak yang berumur di atas 60 tahun. Generasi suku Dayak diatas tahun
80-an.
Tidak ada yang tahu secara pasti kapan suku Dayak mulai melakukan
tradisi ini, semua menyatakan mengikuti tadisi yang diyakini juga
seabgai tatanan kehidupan sosial suku Dayak. Secara tatanan sosial dan
tradisi budaya Dayak, telinga panjang ini merupakan identitas yang
tidak bisa di pesahkan dengan kehidupan sosial.
PERTANDA WANITA BANGSAWAN
Menurut asal-usulnya ratusan tahun lalu, budaya telinga panjang bukan
hanya dilakukan wanita, pria juga ada yang memanjangkan telinga. Dan
yang memanjangkan telinga hanya kaum bangsawan suku Dayak. Ini
menandakan bahwa yang yang bersangkutan adalah keturunan bangsawan
Dayak.
Telinga panjang pada Wanita Dayak menunjukkan dia seorang bangsawan
sekaligus untuk membedakan dengan perempuan yang dijadikan budak
karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.
Disamping itu telinga panjang digunakan sebagai identitas untuk
menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinga diberi
manik-manik yang cukup berat. Setiap tahun, jumlah manik-manik yang
menempel di telinga bertambah satu. Karena itu, kalau ingin mengetahui
umur seseorang, bisa dilihat dari jumlah manik-manik yang menempel di
telinga. Jika jumlahnya 60, maka usianya pasti 60 tahun karena
pemasangan manik-manik tidak bisa dilakukan sembarangan, cuma setahun
sekali.
Agar daun telinga menjadi panjang, biasanya daun telinga diberi
pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing
ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang
hingga beberapa sentimeter.
Selain sebagai status sosial dalam kehidupan masyarakat, telinga
panjang juga di nilai dari segi kecantikannya. Semakin panjang telinga
seorang wanita Dayak, maka pemilik telinga semakin cantik.

MULAI PUNAH
Seiring perkembangan jaman dan medernisasi yang perlahan tapi tapi
mulai masuk dan menggeser tradisi turun temurun ini. Telinga panjang
mulai punahn, menurut informasi yang kami dapatkan adalah ketika mulai
masuknya para misionaris ke daerah pedalaman di perkampungan Dayak
pada zaman kolonial Belanda dulu.
Tapi tidak ada yang tahu persisnya kapan mulai punah, tapi rata-rata
yang masih mempertahankan budaya telinga panjang adalah wanita suku
Dayak yang berusia diatan 60 tahun. Sedangkan genersi sekarang sudah
tidak ada. Budaya ini pun semakin terkikis habis ketika terjadi
konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia di daerah perbatasan
Kalimantan.
Saat itu berkembang stigma di masyarakat, mereka yang berdaun telinga
panjang dan tinggal di rumah- rumah panjang, yang dihuni beberapa
keluarga, merupakan kelompok masyarakat yang tidak modern. Tidak tahan
terhadap pandangan seperti itu, akhirnya beberapa warga memotong
telinga panjangnya.
Stigma semacam ini terus berlangsung hingga sekarang. Kalangan
generasi muda Dayak tidak mau lagi membuat telinga panjang karena
takut dianggap ketinggalan zaman dan tidak modern. Hanya sebagian
kecil masyarakat Dayak yang masih memegang teguh tradisi berdaun
telinga panjang, dan itu pun jumlahnya sangat minim.

Minggu, 11 Maret 2012

Kata-Kata Yang Biasa Di Pakai Dalam Pernikahan

Perkawinan yang umumnya sangat terjalin dengan cinta dan kesetiaan adalah yang didahului masa perkenalan (pacaran) yang panjang. ~ Joseph Addison
Seorang yang single adalah seekor binatang yang tak lengkap. Ia mencerminkan satu belahan gunting yang aneh. ~ Benjamin Franklin
Di mana ada perkawinan tanpa cinta, di sana bisa ada cinta tanpa perkawinan. ~ Benjamin Franklin
Perkawinan adalah kesalahan yang harus dibuat tiap orang. ~ George Jessel
Perkawinan adalah keputusasaan, karena seorang istri yang ingin berbeban ringan membuat seorang suami terbeban berat. ~ Willian Shakespeare
Mengapa seorang wanita yang berusaha selama sepuluh tahun mengubah kebiasaan suaminya dan kemudian mengeluh bahwa suaminya bukanlah pria yang ingin ia kawini? ~ Barbara Streisand
Dalam hidup ini sering ada orang yang kawin dengan orang yang tidak ia cintai,
tetapi mencintai orang yang tidak bisa ia kawini. ~ S. Belen
Orang harus selalu mencintai. Itulah alasan seseorang sebaiknya tidak pernah kawin. ~ Father Robert Capon
Semua perkawinan itu menyenangkan. Namun hidup bersama sesudahnya-lah yang menyebabkan segala masalah. ~ Raymond Hull
Kawinlah terburu-buru, dan Anda akan menyesal, kenikmatan itu terlalu cepat berlalu. ~ Marry in haste, and repent at leisure
Istri adalah kekasih gelap lelaki waktu masih muda, teman lelaki waktu berusia separuh baya, dan perawat lelaki waktu sudah tua. ~ Francis Bacon
Menurut psikologi, laki-laki umumnya memberi cinta kepada wanita untuk mendapatkan sex. Sebaliknya, wanita umumnya memberi sex kepada laki-laki untuk mendapatkan cinta. ~ S. Belen
Kebahagiaan dalam perkawinan hanyalah suatu kebetulan belaka. ~ Jane Austen
Jika seorang pria membuka pintu mobil bagi istrinya, itu karena mobilnya yang baru
atau itu istrinya yang baru. ~ Prince Philip
Perkawinan itu ibarat istana untuk yang masih berada di luar: ingin cepat-cepat masuk, tetapi ibarat neraka untuk yang berada di dalam: ingin cepat-cepat keluar. ~ S. Belen
Seorang wanita yang mencintai akan melakukan apa saja bagi suaminya, kecuali berhenti mengeritik dan mencoba memperbaikinya. ~ JB Priestley
Pastilah saraf Anda akan rusak jika Anda ingin ramah setiap hari kepada seorang manusia yang sama. ~ Benjamin Disraeli
Terbanyak perkawinan bukanlah penjumlahan dua orang bersama-sama. Tapi, pengurangan satu terhadap yang lain. ~ Ian Fleming
Kepentingan wanita adalah ingin kawin secepat mungkin, sedangkan laki-laki berusaha melajang selama mungkin. ~ George Bernard Shaw
Suami itu ibarat kebakaran. Terjadilah kebakaran jika tak diawasi. ~ Zsa Zsa Gabor
Seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta tidak lengkap sampai ia kawin. Sesudah itu, habislah ia. ~ Zsa Zsa Gabor
Perkawinan hanyalah petualangan yang terbuka bagi sang pengecut. ~ Voltaire
Untuk sukses perkawinan dibutuhkan dua orang, dan untuk kegagalan perkawinan hanya diperlukan satu orang. ~ Herbert Samuel
Variasi adalah bumbu kehidupan yang sebenarnya, yang memberi segala citarasa. ~ William Cowper
Tiada kenikmatan yang bertahan lama, kecuali ada variasi di dalamnya. ~ Publilius Syrus
Tiada perkawinan yang bahagia tanpa pengorbanan tiada henti. ~ S. Belen
Perkawinan yang bahagia adalah penyatuan dua orang yang bersedia saling memaafkan.
Perkawinan harus mencerminkan persahabatan yang paling akrab, kalau tidak perkawinan itu akan gagal.

Perkawinan dapat dibumbui dengan musik, kata-kata lembut, dan parfum; tetapi kelangsungannya ditopang oleh kerja keras, perhatian, saling menghormati dan masakan yang enak.
Agar perkawinan anda tetap meluap dengan kasih, maka kalau anda salah, akuilah, dan kalau anda benar, tetaplah tutup mulut.
Perkawinan dapat dikukuhkan di sorga, tetapi pengelolaannya harus dilakukan dibumi.
Rahasia menjadi pasangan suami istri yang bahagia sesungguhnya tidak pernah dapat diajarkan, tetapi belajar dari pengalaman.
Yang paling asyik dalam suatu perkawinan adalah jatuh cinta lagi, lagi…, dan lagi, pada orang yang sama.
Prestasi pria yang paling cemerlang adalah kemampuan membujuk wanita untuk menikah dengannya.
Sebelum menikah tiga kata kecil sering diucapkan adalah: “Aku cinta kamu.” setelah menikah sering berubah menjadi: “Pergi saja sendiri”
Rumah terbuat dari dinding dan jendela. Rumah Tangga terbuat dari kasih dan cita-cita.
Ikatan pernikahan menjadi sia-sia tanpa saling mengasihi.
Arah pikiran anda menentukan arah perkawinan anda.
Pertengkaran adalah jarak paling jauh dari dua titik.
Tanpa kasih rumah hanyalah sekedar tempat tinggal.
Jenis musik yang harus dimiliki dirumah adalah harmoni rumah tangga.
Sembilan puluh persen perselisihan dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh nada suara yang salah.
Pengampunan adalah mengasihi tanpa perlu alasan.
Contoh paling mengesankan dari toleransi adalah ulang tahun pernikahan emas.

KATA-KATA MUTIARA UNDANGAN PERNIKAHAN

Doa Cinta Sang Pengantin
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu. Amin..
Kata kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita
Tersimpan disuatu tempat rahasia di Surga
Pada suatu hari, mereka aka berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh bersemi
Disegala penjuru bumi
(Jalaaluddin Ar Rumi)
Cinta,
Ruh yang mengalir lembut,menyenangkan, bersinar, jernih dan ceria
Cinta,
Ruh yang mengalir lembut, menyesakkan, bederai, jerih dan badai
Tetapi dalam sebuah ikatan yang Allah halalkan
Cinta sejati akan berpesan
“Bukan kita tersenyum karena kita bahagia, tetapi kita bahagia karena kita tersenyum”
( Salim A. Fillah, Baarakallaahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta)
Ketika Tuhan menulis Takdir-Nya, Tuhan
juga menuliskan Satu Nama dalam hidupku.
Bertahun aku menunggu Satu Nama itu.
Akhirnya hari ini
terjawab sudah penantian itu,…
Kamu adalah Takdir ku…
Menyatukan mimpi menjadi harap
Menyatukan asa menjadi doa
Menyatukan hati tuk bersama
Menerima apa yang ada
Mencipta indah yang tiada
Meluruhkan rindu dalam pertemuan
Menautkan janji dalam ikrar suci
Menerima, menjaga, bukan tuk hari ini
namun tuk selamanya
Melangkah dijalan baru
Tak hanya berdua
namun membawa seluruh pengharapan sepanjang jalan
Merayakan saat ini dengan suka cita
Pertemuan dua hati
Peleburan segala putih niatan
semoga Tuhan melanggengkan
Apa yang t’lah Ia pertautkan
Do’a yang shahih untuk mendoakan mempelai yang baru menikah :
Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”
(HR. Penyusun-penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/316)

Sumber 

Rabu, 07 Maret 2012

Senin, 05 Maret 2012

Hikmah Malam

Karena BC ini Bagus, Maka Saya teruskan,,Mohon dibaca dulu.. :) Ad seorang pemuda (pmd) yg meminta kpd org tuanya utk mencari seorang Guru agama yg bs menjwb 3 prtanyaannya



Pmd: Anda siapa? Dan apakah bs menjawab pertanyaan2 sy?



Ulma: Saya hamba Allah & dgn izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda



Pmd: Anda yakin? Sedang Profesor dan byk org pintar saja tdk mampu menjawab pertanyaan sy



Ulma: Sy akan mencoba sejauh kmampuan sy



Pmd: Saya punya 3 buah pertanyaan:



1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya?



2. Apakah yang dinamakan Takdir?



3. Kalau setan diciptakan dr api, knp dimasukan ke neraka yg dibuat dr api, tentu tdk menyakitkan buat setan sbab mrk memiliki unsur yg sm?

Apakah Tuhan tdk prnh berfikir sejauh itu?



Tiba2 Ulma tersebut menampar pipi si pmd dgn kras (sambil menahan sakit)



Pmd: Knp anda marah kepada sy?



Ulma: Sy tdk marah

Tamparan itu adalah jawabn sy atas 3 buah pertanyaan yg anda ajukan kpd sy



Pmd: Sy sungguh2 tdk mengerti!



Ulma: Bagaimana rasanya tamparan sy?



Pmd: Tentu saja sy merasakn sakit!



Ulma: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ad?



Pmd: Ya!



Ulma: Tunjukan pd sy wujud sakit itu!



Pmd: Sy tidak bisa!



Ulma: Itulah jawaban pertanyaan per1, kt smua merasakn keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.



Ulma: Apakah tadi mlm anda bermimpi akan ditampar oleh sy?



Pmd: Tidak!



Ulma: Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dr sy hari ini?



Pmd: Tidak!



Ulma: Itulah yg dinamakan Takdir!



Ulma: Terbuat dari apa tangan yg sy gunakan tuk menampar anda?



Pmd: kulit!



Ulma: Terbuat dari apa pipi anda?



Pmd: kulit!



Ulma: Bagaimana rasanya tamparan sy?



Pmd: sakit



Ulma: Walaupun Setan terbuat dari api & Neraka terbuat dari api, jika

Tuhan berkehendak maka Neraka akan mjdi tmpat menyakitkn tuk setan



Nb:

Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:

1. Biarkan BM ini tetap dalam  anda, atau

2. Forward BM ini ke semua kontak anda

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Senin, 13 Februari 2012

Film Romantis Barat Wajib Nonton

Saya memang tidak merayakan Valentine's Day untuk alasan tertentu, tapi setiap menjelang hari kasih sayang tersebut saya memiliki ritual khusus dengan menonton film - film romantis. Kadang sendiri, kadang juga bersama keluarga, namun tak pernah bersama pasangan. Bagi saya, menyaksikan film romantis di bulan Februari, khususnya menjelang Valentine, membuat film tersebut memiliki greget lebih. Mungkin perasaan saya saja, tapi karena itulah saya mengharamkan genre lain selain roman untuk ditonton sebelum tanggal 14 Februari usai. Nah, kebetulan sekali Februari adalah saatnya liburan di kampus saya sehingga ada waktu lebih untuk membuat gigi terasa sakit lantaran terlalu banyak menonton film manis. Tahun ini pun ritual masih tetap berlangsung hanya bedanya sekali ini saya ingin berbagi dengan para pembaca Cinetariz mengenai pilihan saya atas 21 film paling romantis dalam satu dekade terakhir. Film yang masuk ke dalam list saya hanyalah film yang dirilis pada tahun 2000 hingga 2009 dan berasal dari barat saja. Untuk Asia, saya membuatnya dalam postingan lain yang sayangnya belum tahu kapan akan dipublikasikan saking padatnya jadwal di kala liburan ini.

Ingin merayakan Valentine tapi tak ada pasangan ? Cukup sewa film di bawah ini dan tonton di rumah, bisa sendiri atau bersama keluarga. Bagi yang memiliki pasangan juga dipersilahkan untuk mengintip, siapa tahu saat Valentine sedang malas keluar untuk dinner dan hanya ingin menghabiskan waktu di rumah bersama pasangan seraya nonton film. Percayalah, manisnya akan tetap terasa. Silahkan memilih, semoga list yang saya susun ini bisa memberi manfaat kepada pembaca sekalian. Enjoy the movie!

Inilah ke-21 film romansa yang paling saya suka dalam satu dekade terakhir :
21. Vicky Cristina Barcelona (2008)



Cinta itu memang rumit, liar dan aneh. Vicky dan Cristina membuktikannya melalui petualangan cinta mereka di kota yang sangat romantis, Barcelona. Tapi, apa perbedaan antara cinta dengan nafsu ?
20. The Lake House (2006)

Remake dari film Korea berjudul Il Mare ini tak diduga ternyata sama manis dan menyentuhnya dengan versi aslinya. Kisahnya mungkin tak masuk akal, tapi saya tak peduli selama itu mampu mengaduk - aduk emosi saya.

19. Paris, je t'aime (2006)



18 kisah cinta dengan rasa yang berbeda - beda dengan setting kota Paris. Cinta bisa datang darimana saja, cinta itu misterius dan terkadang menyakitkan. Namun cinta juga merupakan petualangan dan anugrah. Ah lengkap deh pokoknya !

18. Bridget Jones's Diary (2001)



Kisah cinta yang menggelitik nan romantis tentang wanita usia 30-an yang tak kunjung mendapat jodoh. Tanpa disadari, terkadang orang yang kita cari ternyata berada di dekat kita. Cocok bagi mereka yang kadung desperate karena susah mendapatkan jodoh.

17. Amelie (2001)



Romantisme berbalut komedi fantasi yang aneh ? Kenapa tidak. Perjalanan Amelie dalam mencari pasangan hidup dengan cara yang unik dan berbeda plus latar belakang kota Paris yang cantik terasa begitu manis, semanis Audrey Tautou.

16. The Proposal (2009)



Komedi romantis yang klise tentang pasangan beda kasta dan kepribadian. Diakui atau tidak, romcom dengan formula kuno seperti ini nyatanya masih ampuh apalagi chemistry Sandra Bullock dan Ryan Reynolds terasa pas. Manis dan menggelitik.

15. Wall-E (2008)



Siapa bilang cinta hanya untuk manusia ? Robot pun punya hak untuk jatuh cinta. Kisah cinta yang tidak biasa dan beda kasta ini dituturkan dalam bentuk animasi 3D. Jangan keburu pesimis dulu sebelum menjajal petualangan cinta Wall-E dengan Eve.

14. A Walk to Remember (2002)



Terkadang romantisme yang klise justru merupakan yang paling enak untuk disantap. Kisah cinta mendayu - dayu antara cowok populer dengan cewek religius ini diperkuat dengan sejumlah soundtrack apik dan chemistry manis antara Mandy Moore dengan Shane West.

13. Lars and the Real Girl (2007)



Cinta itu memang susah untuk dimengerti, seperti halnya Lars. Cinta tulus Lars kepada si boneka serta cinta keluarga dan kerabat kepada Lars mampu membuat siapapun yang menontonnya terenyuh. Pengorbanan pun dilakukan untuk mewujudkan cinta.

12. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)



Romantisme bergabung dengan science fiction ? Aneh. Tapi justru keanehan itulah yang membuatnya terasa special. Jika memang sudah ditakdirkan untuk bersatu, menghapus memori pun tak ada artinya, hanya membuang - buang waktu saja.

11. Moulin Rouge (2001)



Film romantis tragis dengan balutan komedi musikal. Puitis namun surealis. Kisah cinta versi Baz Luhrmann yang agak nyeleneh ini tanpa disangka ternyata meninggalkan kesan yang cukup dalam. Siapkan tissue sebelum menonton.

TOP 10

10. P.S. I Love You (2007)



Memorable scene = Holly membaca surat dari Gerry di tempat favorit Gerry kecil bermain. Saat itu Gerry hadir dan menyandarkan kepalanya di bahu Holly. Gosh, that's so sweet !


Favourite line = Gerry : "Every morning I still wake up and the first thing I want to do is to see your face."


Mungkin tak seindah versi novelnya, tapi P.S. I Love You masih sanggup membuat saya berteriak 'so sweet' berkali - kali. Beberapa adegan terkesan cengeng dan depresi, namun menawarkan kisah cinta yang sangat menyentuh. Rasanya hampir setiap perempuan di dunia ini mengidamkan sosok suami seperti Gerry. Kisah yang sudah manis masih ditunjang dengan pemandangan alam Irlandia yang super duper indah.


9. If Only (2004)



Memorable scene = Di tengah guyuran hujan yang lebat, Ian dan Samantha gagal mengejar taksi. Momen menunggu taksi dimanfaatkan Ian untuk mengungkapkan perasaan dia yang sesungguhnya kepada Samantha. Inilah terakhir kalinya mereka berdua bersama sebelum akhirnya dipisahkan oleh maut.

Favourite line = Ian : "I have to tell you this and you need to hear it. I loved you since I met you, but I wouldn't allow myself to truly feel it until today. I was always thinking ahead, making decisions soaked with fear... Today, because of you... what I learned from you; every choice I made was different and my life has completely changed... and I've learned that if you do that, then you're living your life fully... it doesn't matter if you have five minutes or fifty years. Samantha if not for today, if not for you I would never have known love at all... So thank you for being the person who taught me to love... and to be love."

Hargai apa yang telah kau miliki. Kau tidak akan tahu betapa berharganya itu hingga kau kehilangan. Romantisme berbalut fantasi ini berhasil menawarkan kisah yang sangat romantis tatkala Ian berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dia lakukan kepada Samantha di hari terakhir mereka bersama. Jika P.S. I Love You mengandalkan alam Irlandia sebagai jualan utama disamping romantismenya, maka If Only tidak jauh berbeda, hanya saja disini memakai tetangga Irlandia, Inggris.

8. Punch-Drunk Love (2002)



Memorable scene = Setelah kencan di apartemen Lena, Barry pergi begitu saja. Saat hendak mencapai pintu keluar, seorang wanita tua memanggilnya sambil menyodorkan telepon, "Is your name Barry? This is for you." Lena yang menelepon mengungkapkan betapa dia menikmati kencan mereka dan keinginan untuk mencium Barry. Barry pun segera berlari ke apartemen Lena, namun dia tak mengingatnya karena semua terlihat sama. Setelah hampir putus asa, dia menemukannya, mengetuk pintunya dan mencium Lena.

Favourite line = Barry : "I'm lookin' at your face and I just wanna smash it. I just wanna fuckin' smash it with a sledgehammer and squeeze it. You're so pretty."
Lena : "I want to chew your face, and I want to scoop out your eyes and I want to eat them and chew them and suck on them."

Ingin mencoba romantisme yang berbeda ? Maka Punch-Drunk Love adalah jawabannya. Kisah cinta yang diusung oleh Paul Thomas Anderson terbilang absurd, namun herannya tetap terasa manis. Lihat saja penggalan dialog diatas, mengerikan bukan ? Chemistry Adam Sandler dengan Emily Watson sangat kuat. Inilah penampilan terbaik dari Adam Sandler. Punch-Drunk Love menawarkan alternatif bagi mereka yang bosan dengan kisah roman picisan yang mendayu dayu.

7. 50 First Dates (2004)


Memorable scene = Saat Lucy pertama kali menonton video buatan Henry yang bertujuan untuk menyembuhkan penyakit Lucy. Romantis, lucu dan menyentuh.

Favourite line = Henry : "You erased me from your memories because you thought you were holding me back from having a full and happy life. But you made a mistake. Being with you is the only way I could have a full and happy life. You're the girl of my dreams... and apparently, I'm the man of yours."

Adam Sandler lagi ? Yup yup yup. Komedian yang satu ini sepertinya ditakdirkan menjadi raja romcom era 2000-an. Dalam 50 First Dates, dia bereuni dengan Drew Barrymore setelah sebelumnya bermain di film manis lainnya, The Wedding Singer. Yang membuat film ini terasa romantis adalah bagaimana usaha Henry untuk membuat Lucy jatuh cinta kepadanya. Tidak hanya sekali, namun setiap hari. Sekali saja sudah sangat melelahkan, bagaimana tuh rasanya kalau harus melakukannya berulang ulang kali ? Kisah romantis ini dikemas dalam komedi. Lucu dan romantis sepanjang film.

6. The Notebook (2004)


Memorable scene = Noah mengajak Allie pergi menaiki cannoe di danau yang dipenuhi serombongan angsa putih dengan pemandangan yang sangat indah. Tak berselang lama, hujan deras mengguyur yang memaksa mereka untuk menepi. Di tengah guyuran hujan, mereka berciuman. Sangat romantis. Adegan inilah yang menjadi poster dari The Notebook.

Favourite line = Allie : "Why didn't you write me? Why? It wasn't over for me, I waited for you for seven years. But now it's too late."
Noah : "I wrote you 365 letters. I wrote you everyday for a year."
Allie : "You wrote me?"
Noah : "Yes... it wasn't over, it still isn't over."

Sebenarnya The Notebook menawarkan kisah yang sangat klise dan tak menawarkan sesuatu yang baru sama sekali. Beruntunglah chemistry Ryan Gosling dengan Rachel McAdams yang sangat dahsyat mampu mengangkat film ini, ditambah lagi Nick Cassavetes pintar mencari shot - shot indah untuk ditampilkan. Alhasil kisah cinta mendayu - dayu ala Nicholas Sparks sukses merebut hati siapapun yang menontonnya.

5. (500) Days of Summer (2009)


Memorable scene = Sulit untuk melupakan adegan 'Expectations' versus 'Reality'-nya Tom di pesta yang diadakan Summer menjelang film berakhir. Di satu sisi romantis, namun di sisi lain menyakitkan. Adegan ini dilanjutkan dengan Tom yang mengenang masa - masa bersama Summer.

Favourite line = Tom : "What happens if you fall in love?"
Summer : "Well, you don't believe that, do you?"
Tom : "It's love. It's not Santa Claus."

(500) Days of Summer memiliki naskah kuat yang jarang dimiliki oleh film romansa kebanyakan. Cara bertuturnya yang non-linear mungkin agak mengganggu bagi sebagian orang, namun justru itulah kekuatan utama film ini. Summer yang sinis dan Tom yang romantis dibawakan dengan sangat apik oleh Zooey Deschanel dan Joseph Gordon-Levitt. Film ini juga memiliki segudang dialog cerdas dan adegan romantis menawan.

4. Once (2007)


Memorable scene = Adegan di toko alat musik pada awal film saat Guy dan Girl membawakan tembang 'Falling Slowly'. Tidak begitu istimewa memang, tapi adegan inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan film ini.

Favourite line = Guy : "What's the Czech for "Do you love him"?
Girl : (speaks in Czech)
Guy : "Do you still love him?"
Girl : (speaks in Czech)

Inilah film romantis yang dituturkan paling tulus, realistis dan tidak berlebihan. Musik dan cinta agaknya memang satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dituturkan dengan minim dialog, namun secara efektif berhasil menyampaikannya dengan manis melalui musik dan lagu. Glen Hansard dan Marketa Irglová yang minim pengalaman akting mampu bermain natural dengan chemistry yang memukau. Once mengajarkan bahwa cinta itu tidak harus memiliki, yang terpenting adalah membuat bahagia orang yang kita cintai.

3. Serendipity (2002)


Memorable scene = Jonathan dan Sara masuk ke lift yang berbeda di sebuah hotel besar di New York. Sara berkeyakinan, jika mereka memang jodoh, mereka akan memencet lantai yang sama. Keduanya memencet lantai 23. Sayangnya, di tengah perjalanan, masuklah seorang anak kecil nakal ke dalam lift Jonathan dan memencet semua tombol lantai. Akhir dari adegan ini bisa ditebak, tapi tetap saja sukses membuat penonton gregetan.

Sara : "You don't have to understand. You just have to have faith."
Jonathan : "Faith in what?"
Sara : "Destiny."

Jika memang sudah takdir dan jodoh, maka tak akan kemana. Tapi itu bukan berarti kita hanya duduk diam menunggu jodoh kita datang menghampiri. Jonathan dan Sara terus mencari cinta sejati mereka selama 7 tahun hingga akhirnya menyadari bahwa mereka memang ditakdirkan untuk bersama.
2. Love Actually (2003)


Memorable scene = Di malam Natal, Mark mengetuk pintu rumah Juliet. Tanpa berbicara, dia menunjukkan kertas besar yang bertuliskan kata - kata yang mengungkapkan rasa cintanya kepada gadis yang dinikahi sahabatnya itu. Setelah selesai, Mark pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun. Juliet mengejarnya dan memberi ciuman kepada Mark. Adegan sangat romantis dan menyentuh.

Favourite lines = Ada dua dialog yang paling saya suka disini :
1) Sam : "But you know, the thing about romance is... people only get together right at the very end."
2) Jamie : (In English) "It's my favorite time of day, driving you."
Aurelia : (In Portuguese) "It's the saddest part of my day, leaving you."

Cinta ada di sekitar kita. Love Actually memang tidak memiliki segmen sebanyak Paris, je t'aime namun kisahnya lebih kompleks. Beragam kisah cinta ada disini, dari yang mulai biasa saja, lebay hingga romantis dan tidak semua berakhir dengan manis. Seperti biasa, Richard Curtis tidak lupa menyisipkan komedi khas Inggris yang menggelitik disana sini.

1. Before Sunset (2004)


Memorable scene = Hanya beberapa jam sebelum keberangkatannya kembali ke Amerika, Jesse mampir ke apartemen Celine. Setibanya disana, Celine bermain musik lalu berdansa sendirian. Dengan setengah berbisik, Celine menggoda Jesse, "Baby, you are gonna miss that plane." Jesse hanya menjawab singkat, "I know." Penonton dibuat gemas dan penasaran.

Favourite lines = 1) Celine : "Even being alone it's better than sitting next to a lover and feeling lonely. It's not so easy for me to be a romantic."
2) Celine : "Memories are wonderful things, if you don't have to deal with the past."

Bicara, bicara, bicara. Itulah yang Celine dan Jesse lakukan sepanjang film saat menjelajahi kota Paris demi mengenang apa yang mereka lakukan di Before Sunrise. Dialog panjang yang tak membosankan digeber dari menit awal hingga akhir, tak menyisakan jeda sedikitpun. Topik yang dibahas terkesan tak penting, namun jika dirasakan lebih jauh justru menghadirkan suasana yang romantis. Ethan Hawke dan Julie Delpy menunjukkan chemistry yang sangat dahsyat. Bagi Cinetariz, Before Sunset adalah film barat paling romantis dalam satu dekade terakhir.

Sumber