Rabu, 15 Oktober 2008

Sejarah Rock Climbing

Berawal dari perjuangan manusia untuk survive, panjat tebing menjadi olahraga yang digemari. Sebuah pertarungan untuk mengalahkan rasa takut sambil terus bisa menyatu dengan alam.

Alaman manusia adalah dua kutub yang selalu akan mencari sebuah titik keseimbangan. Tantangan yang diberikan alam membuat manusia berusaha mengalahkannya untuk bisa survive. Perjalanan yang dilakukan oleh manusia melintasi gunung dan bukit untuk mempertahankan hidupnya adalah awal dari olahraga pendakian gunung (mountaineering).

Sejarah juga mencatat perjalanan pasukan perang zaman dulu, seperti Hannibal, panglima perang Kerajaan Chartage yang melintasi Pegunungan Alpen sekitar abad kelima. Petualangan Genghis Khan, panglima tentara Mongol yang terkenal itu, ketika melintasi Pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk menaklukkan Asia Tengah, tak bisa dilepaskan dari munculnya kegiatan menaklukkan gunung ini.


Ketika Dr. Michel-Gabriel Paccard dan Jaques Balmat berhasil menaklukkan Puncak Mont Blanc (4087 m) di Prancis pada Agustus 1786, minat orang terhadap olahraga ini semakin besar. Sejak itu, semakin sering para penggemar olahraga ini mencoba untuk menundukkan puncak-puncak ternama di dunia, seperti Alpen dan Everest.

Dalam perkembangan selanjutnya, para pendaki berusaha mencari kegiatan yang lebih menantang. Dan, lahirlah olahraga panjat tebing atau rock climbing yang merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung. Panjat tebing sebuah olahraga yang menarik minat karena tantangan yang diberikan cukup besar, disamping faktor petualangan dengan alam yang cukup dominan di dalamnya.

Meskipun menjadi olahraga di alam bebas dan bisa dinikmati oleh siapa saja, panjat tebing -- seperti juga olahraga yang lai --memiliki etika dan aturan tertentu. Ada tiga norma pokok yang harus diperhatikan. Pertama adalah teknik pembuatan jalur. Umumnya terdapat dua cara dalam pembuatan jalur, tradisional dan modern. Pembuatan jalur sambil memanjat adalah teknik tradisional. Lintasan yang dilewati sama sekali baru, tanpa dicoba terlebih dahulu. Pembuatan jalur dengan teknik modern terbagi dua, yakni dengan menggunakan teknik fix rope, yakni menggunakan tali tetap dan teknik tanpa tali atau top rope.


Peraturan kedua yang harus mendapat perhatian adalah keaslian jalur. Sebuah jalur yang telah dilalui harus tetap dipelihara keasliannya. Jumlah pengaman di jalur tersebut tidak boleh ditambahkan atau dikurangi. Jumlah pengaman yang dipasang pertama kali telah menjadi jalur resmi dan menjadi paten untuk jalur tersebut.

Hal ketiga yang juga haram hukumnya bagi para pemanjattebing adalah mengubah permukaan tebing. Meskipun pengubahan bentuk permukaan tebing untuk tujuan memudahkan pemanjatan, sebagian besar pemanjat lebih setuju jika permukaan tebing tidak diubah.


Hal itu tentu untuk tetap mempertahankan tantangan yang ditawarkan oleh medan panjat tersebut. Tantangan seperti itu menyebabkan olahraga ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Faktor risiko inilah yang membuat seorang pemanjat tebing harus memiliki beberapa peralatan untuk meminimalkan kecelakaan. Peralatan standar yang dibutuhkan adalah helm pelindung kepala, tali carmantel. Untuk menahan tali saat pemanjatan agar pemanjat tidak jatuh, dibutuhkan belay device. Beberapa jenis belay yang umum dikenal adalah ATC, Figure 8, dan Grigiri.

Sebuah alat fenomenal yang ditemukan oleh Ray Jardine pada 1973 membuat para pemanjat tebing cukup terbantu. Spring Loaded Lamming Device, biasa disebut cam, adalah alat yang dapat mengecil ketika ditarik, sehingga mudah dimasukkan ke celah tebing. Setelah dilepas kembali, akan mengambang mengikuti besar celah tebing. Selain itu, dibutuhkan juga bor tebing paku tebing. Meskipun menggunakan alat Bantu, bukan berarti panjat tebing bebas risiko.


Keselamatan adalah hal yang mudak diperhatikan oleh para pemanjat. Dan, untuk dapat memanjat dengan aman, persiapan fisik dan mental yang baik tak bisa diabaikan begitu saja. Rasa gugup dan panik harus dibuang jauh-jauh ketika melakoni olahraga ini. Jika tidak, jangan pernah berharap bisa berolahraga sambil menikmati sebuah pertarungan menaklukkan rasa takut untuk terus survive di tengah tantangan yang ditawarkan a1am.
http://cyberman.cbn.net.id

Selasa, 14 Oktober 2008

Daur Ulang Ponsel Bisa Selamatkan Gorila
Fino Yurio Kristo - detikinet

Gorila (gotspetonline)

Cape Town - Daur ulang ponsel bekas kini sedang digalakkan. Selain untuk mengurangi dampak lingkungan, daur ulang ponsel juga dikatakan bisa menyelamatkan populasi binatang gorila yang semakin menyusut di Afrika.

Pasalnya, menurut majalah National Geographic, salah satu bahan pembuat ponsel yakni Coltan didapat dari Kongo yang jadi habitat Gorila. Seiring permintaan ponsel yang terus melonjak, penambangan coltan di sana pun tak terkendali sehingga tempat tinggal Gorila menyusut.

Bahkan semakin banyak Gorila jadi sasaran empuk untuk ditangkap dan diperjualbelikan secara ilegal. Dengan daur ulang, berbagai komponen ponsel bisa digunakan lagi yang membantu mengurangi penambangan coltan sehingga ujung-ujungnya dapat menyelamatkan populasi Gorila.

Untuk itu, produsen ponsel Nokia tengah giat menggalakkan kampanye agar orang mau mendaur ulang ponsel bekas. Afrika Selatan misalnya, menjadi sasaran program Nokia itu. Seluruh bagian ponsel termasuk charger dan aksesorisnya bisa diberikan pada outlet Nokia di sana.

Menurut Markus Tehro, International Director of Environmental Nokia, jika semakin banyak orang mau mendaur ulang ponselnya, maka pemakaian bahan mentah untuk membuat ponsel bisa direduksi.

Survei dari Nokia sendiri mengungkap rendahnya kesadaran orang untuk mendaur ulang ponsel yang sudah tidak terpakai. Dalam survei global tersebut, sebanyak 44 persen dari ponsel bekas dibiarkan saja terbengkalai di rumah.

Sementara sebanyak 25 persen responden memberikan ponsel bekas ke teman atau keluarga dan sebanyak 16 persen menjual kembali ponsel bekas mereka, terutama di negara berkembang. Demikian dikutip detikINET dari Iol, Senin (13/10/2008).

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2008/10/13/115351/1019105/398/daur-ulang-ponsel-bisa-selamatkan-gorila

QUO VADIS MAPALA

MAPALA singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam. Terkadang ada juga yang mengartikan Mahasiwa Paling Lama kuliahnya (mahasiswa abadi). Mereka juga di identikkan dengan orang-orang yang beraliran “sayap kiri” yang super cuek, sulit di atur berpakaian seenaknya serta suka mabuk-mabukkan.

Opini dimasyarakat yang menyebutkan bahwa sosok dari pecinta alam tersebut terkadang terkesan selalu “negatif”. Kesan negatif tersebut timbul mungkin bisa

Karena penampilan dari mereka yang menamakan dirinya pecinta alam itu sendiri yang sering kelihatan lusuh, kumal, berambut gondrong, seadanya (meskipun tidak semuanya pecinta alam berpenampilan seperti ini).

Mungkin juga karena orang sering melihat kegiatan pecinta alam berkesan hura-hura, dan atau tidak mau tahu dengan lingkungan sekitarnya, bisa

Pula karena kegiatan pecinta alam dianggap sebagai kegiatan yang mubazir dan buang-buang waktu, tenaga, serta uang hanya untuk menyalurkan hobby menantang maut, minat dan bakat tanpa mempunyai arti dan tujuan yang nyata (meskipun hal ini tidak semuanya benar). Meskipun demikian, tidak sedikit kelompok atau organisasi pecinta alam yang melakukan kegiatan positif seperti ikut dalam operasi SAR, membantu masyarakat terasing, atau konservasi alam.

Terlepas dari semua itu, kehadiran mahasiswa pecinta alam tidak terlepas dari sejarah dunia kemahasiswaan di Indonesia, dimana pada dekade tahun 70-an aktivitas mahasiswa yang berorientasi pada politik praktis semakin dibatasi. Disamping itu pula terdapat rasa kejenuhan dengan kondisi politik pada masa itu hal ini menciptakan situasi dan kondisi aktivitas mahasiswa “lesu darah”.

Kondisi itu semakin bertambah dengan dikeluarkannya SK No. 028/3/1978 tentang pembekuan total kegiatan Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) di seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia yang kemudian melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK).

Dengan kondisi yang demikian, kemudian melahirkan ide untuk membentuk suatu wadah baru dalam bentuk kegiatan lain yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang mempunyai hobby dan minat yang sama, yaitu sama-sama menyukai kegiatan di alam bebas seperti pendakian gunung, memanjat tebing, menelusuri lorong-lorong kegelapan di dalam gua, arung jeram, dan lain sebagainya.

Yang tidak kalah pentingnya pada perkembangan selanjutnya adalah aktivitas kepecintaalaman juga diwarnai oleh sikap keberpihakkan kepada alam serta lingkungan hidupnya, sehingga organisasi/kelompok pecinta alam yang tumbuh di lingkungan Perguruan Tinggi tidak hanya berkegiatan alam bebas melulu, akan tetapi kegiatan lingkungan hidup juga mendapatkan porsi yang seimbang dengan kegiatan petualangan di alam bebas.

Dimulai oleh Mapala UI, organisasi/kelompok pecinta alam tersebut tumbuh dan berkembang subur dalam lingkungan Perguruan Tinggi di negeri ini, baik ditingkat universitas maupun dilingkungan fakultas.

Pecinta alam kalau diartikan yaitu berasal dari kata cinta dan alam. Cinta mengandung arti menyukai, menyayangi, dan mengagumi. Alam mengandung arti segala yang ada di sekitar,baik berupa benda mati ataupun benda hidup. Sehingga dari kata cinta menjadi pecinta yang menunjuk kepada subyek yaitu orang.

Tapi, sampai sekarang belum ada definisi yang pas dengan apa itu pecinta alam. Sebab kata pecinta alam itu mengandung pengertian yang sangat luas. Hal ini selalu menjadi perdebatan yang hangat dalam setiap pertemuan tahunan secara nasional dalam Temu Wicara dan Kenal Medan ( TWKM) Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia atau pada Gladian Nasional yang diadakan 2 (dua) tahun sekali. Sehingga forum tersebut juga tidak bisa merumuskan pengertian dari istilah Pecinta Alam dan diserahkan kembali kepada organisasi/kelompok masing-masing bagaimana “menginterpretasikan” istilah tersebut.

Meskipun sampai sekarang belum ada yang bisa merumuskan istilah Pecinta Alam, namun dilihat dari kegiatannya bisa dibedakan dalam beberapa kelompok yakni : Kelompok pertama adalah mereka yang hanya menggeluti kegiatan alam bebas dengan misi untuk menyalurkan hobby dan minat bertualang di alam bebas. Kegiatannya meliputi pendakian gunung, pemanjatan tebing dan penelusura gua.Kedua, kelompok yang selain melakukan kegiatan petualangan, juga melakukan kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan hidup, sehingga pada perkembangannya kegiatan kepencintaalaman menjadi semakin luas. Selain bertualang mereka juga melakukan konservasi alam, pengamatan sosial-ekonomi-budaya masyarakat, hingga operasi SAR. Kelompok inilah yang paling banyak dilakukan oleh organisasi/ kelompok Mahasiswa pecinta alam. Banyak sudah korban yang “berguguran” dalam kegiatan “menantang maut” namun penuh “cinta kasih” ini, demikian juga dharma bakti mereka pada tanah tercinta ini dalam hal konservasi alam (meski tidak tercatat dalam buku sejarah) namun trade marknya sebagai kelompok sayap kiri sulit dihapuskan.Baik buruknya kegiatan yang hanya bisa digeluti oleh orang-orang yang mempunyai nyali ini tergantung dari sudut mana orang memandangnya. Dan hanya orang-orang ariflah yang bisa memahami mereka.



“ Hidup adalah soal keberanian. Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hadapilah
(Soe Hok Gie) “.

MENJADI PECINTA ALAM SEJATI

Hidup adalah soal keberanian. Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa
mengelak. Terimalah dan Hadapilah (Soe Hok Gie)

Gila! Barangkali itulah anggapan sebagian orang bila memandang sekelompok pemuda yang menghabiskan waktunya di lereng dan puncak gunung, di kedalaman gua-gua bumi, atau di kedalaman samudera. Wajah mereka lusuh, kumal, gondrong, dan tak jarang tampil nyentrik dan nyeleneh. Bila ada manusia yang mau mengenakan klenengan sapi, barangkali hanya merekalah orangnya.

Itulah wajah pecinta alam. Sesuai namanya, mereka menamakan dirinya manusia yang mencintai alam baik gunung, laut, bukit, gua, padang belantara, dan sebagainya. Tahukah kamu bagaimana semua itu bisa terjadi?

Dirunut-runut sih sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah "rumah" mereka. Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi.

Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih "bermartabat", alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.

Ketika keduanya bersatu kembali, itulah saatnya  sejarah pecinta alam dimulai.

Pada tahun 1492 sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Saat itu belum jelas apakah mereka ini tergolong pendaki gunung pertama. Namun beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Barangkali mereka itu pemburu yang mendaki gunung. Tapi inilah pendakian gunung yang tertua pernah dicatat dalam sejarah.

Di Indonesia, sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan "Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju" di Papua. Nama orang Eropa ini kemudian digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yakni Puncak Cartensz.

Pada tahun 1786 puncak gunung tertinggi pertama yang dicapai manusia adalah puncak Mont Blanc (4807 m) di Prancis. Lalu pada tahun 1852 Puncak Everest setinggi  8840 meter ditemukan. Orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma menurut orang Tibet  Puncak Everest berhasil dicapai manusia pada tahun 1953 melalui kerjasama Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris. Sejak saat itu, pendakian ke atap-atap dunia pun semakin ramai.

Di Indonesia sejarah pecinta alam dimulai dari kampus pada era tahun 1970-an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan keluarnya SK 028/3/1978 tentang pembekuan total kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Para mahasiswa itu, diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia di era yang sama, membuang energi mudanya dengan merambah alam mulai dari lautan sampai ke puncak gunung.

Sejak itulah pecinta alam pun merambah tak hanya kampus, melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, sudut-sudut perkantoran atau kampung-kampung. Semua yang pernah menjejakkan kaki di puncak gunung sudah merasa sebagai pecinta alam.

Dan pecinta alampun merambah Shine sejak awalnya berdiri. Dimulai dari puncak Gunung Bromo pada tahun 1997, Shine pun sudah sampai ke Puncak Semeru, Gunung Gede, Gunung Sindoro, Gunung Merbabu, Gunung Salak, Gunung Lawu, dan Merapi. Shine pun pernah merambah kawasan pantai di Pelabuhan Ratu, Pulau Seribu, dan Ngarai Sianok di Bukit Tinggi.

Seperti ucapan Soe Hok Gie di awal tulisan ini, prinsip seorang pecinta alam itu barangkali adalah memiliki keberanian untuk menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak melainkan menerima dan menghadapi. Itulah mengapa tak jarang menjadi pecinta alam juga membuat kita menghadapi
resiko kematian. Gie adalah salah satu korbannya.

Sebahaya itukah menjadi pecinta alam? Bisa ya dan bisa tidak. Bagi pecinta alam sejati, alam adalah sebuah
rahasia atau misteri. Sebuah coretan di Gunung Lawu baru-baru ini mengatakan, "Jangan menjadikan alam tantangan". Bisa jadi ada benarnya. Semakin pecinta alam merasa bahwa alam adalah tantangan maka semakin alam menjadi seperti musuh yang harus ditaklukkan.

Padahal, alam bukan musuh. Alam itu seperti garbhagrha di sebuah candi. Ibarat rahim ibu, tempat kita lahir. Di dalamnya termaktub rahasia kehidupan, sejak asal mula, sampai kepada kematian. Bagaimana kita
mengetahui rahasianya selain menceburkan diri dan mencintainya? Inilah hakekat pecinta alam sejati.

Senin, 13 Oktober 2008

MAKUMPALA MEN I



Dari atas : Hendra Gunawan, SH dan Ferry Kosasi, SH
Tengah : M. Fajrin, SH, Syarif Zulfikar, SH, Zakaria, SH
Bawah : Ahmad Azmi, SH

Legiun Instruktur MAKUMPALA UNTAN



Yang Berdiri : Bang Zack, Bang Koko, Bang Suhen, Bang Hendro
Bawah : Hendra Gunawan, M. Fajrin, Martinus Yestri Pobas, Darman.

Foto ini diambil pada saat Pendidikan Dasar Angkatan 17, Dimana pada saat itu 4 Instruktur Muda yang pose duduk diatas adalah ANGKATAN ATAA HUNGE ALANG TENING (16)

Rabu, 08 Oktober 2008

PROGRAM UNGGULAN DAN VISI MISI CALON WALIKOTA PONTIANAK 2008-2013

8 PROGRAM UNGGULAN DUTA
UNTUK SEMUA MASYARAKAT KOTA PONTIANAK

1. Memperjuangkan APBD untuk Rakyat Mulai Tahun 2009 Meliputi :

a. Bantuan Operasionl RT / RW Rp. 2.000.000,-/th
b. Santunan Kematian Warga Kurang Mampu Rp. 2.000.000,-
c. Dana Rutin Masjid RW Rp. 2.000.000,-/th
d. Bantuan Kegiatan PKK dan Posyandu Rp. 2.000.000,-/th
e. Bantuan Kegiatan Majelis Taklim Rp. 2.000.000,-/th
f. Dana Pembinaan Generasi Muda Rp. 2.000.000,-/th
g. Bantuan pada Pondok Pesantren/Panti Asuhan Rp. 2.000.000,-
h. Pemerataan Pembangunan terutama di Kecamatan Pontianak Timar dan Utara

2. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Produktif dan Bertanggung jawab

a. Membangun manajemen Aparat Pemerintahan yang Bebas Korupsi.
b. Memberikan Insentif bagi Pegawai yang Berprestasi.
c. Mengembangkan Jenjang Karir Pegawai Berdasarkan Kinerja & Kompetensi.

3. Pendidikan yang Terjangkau dan Berkualitas

a. Memperbaiki Sarana Pendidikan.
b. Menyediakan Buku Pelajaran di Perpustakaan Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Mengurangi Beban Orang Tua Siswa.
c. Memfasilitasi dan Membantu Guru untuk Mendapatkan Gelar S1.
d. Memberikan Beasiswa kepada Pelajar Berprestasi untuk Siswa SD, SMP, SMA, PERGURUAN TINGGI.
e. Memberikan Tambahan Insentif untuk Guru Swasta, Guru Honorer, Tenaga Honorer

4. Penyediaan Lapangan Kerja dan Pemberdayaan UMKM

a. Memudahkan Perizinan dan Kepastian Hukum Bagi Investor.
b. Memfasilitasi Modal Usaha bagi Pedagang Tradisional dan PKL.
c. Meningkatkan Kesejahteran Buruh, Meningkatkan Upah Minimum Kota.
d. Mensubsidi Usaha bagi Majelis Taklim dan Kelompok Perempuan.
e. Memberikan Asuransi kecelakaan bagi Buruh, Nelayan, Petani, PKL, Pedagang Tradisional, Buruh Bangunan.

5. Pelayanan Publik yang Cepat dan Mudah

a. Menghilangkan Pungutan Liar (Pungli), Pelayanan Satu Atap.
b. Menyediakan Database Kependudukan Online.
c. Gratis Biaya KTP, KK, Akta Kelahiran.
d. Gratis untuk Warga Kurang Mampu ( Ambulan Antar Jemput Pasien dan Jenazah, Layanan Bersalin, Layanan Pemakaman).
e. Pengobatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu.

6. Membangun Kota yang Bersih, Sehat dan Berwawasan Lingkungan

a. Perbaikan Sistem Pengelolaan Sampah.
b. Meningkatkan Kesejahteraan Petugas Kebersihan.
c. Menyediakan Sarana Olah Raga di Setiap Kecamatan.
d. Menyediakan Taman Hijau di Setiap Kecamatan.
e. Membangun Kota Pontianak yang Aman dan Bebas Banjir.

7. Membangun Kepedulian Social, Budaza, dan Keagamaan

a. Melestarikan Aset dan Seni Budaya Kota Pontianak.
b. Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama.
c. Menjamin Kesejahteraan Imam Mesjid, Guru Mengaji, Guru TPA.

8. Mewujukan Suasana yang Aman, Tentram dan Nyaman Bagi Seluruh Masyarakat Kota Pontianak



DAFTAR PROGRAM PEMBANGUNAN UNGGULAN
PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PONTIANAK
HARSO AWALUDIN RAHMAD ( HARKAD )
PERIODE 2008 – 2013


1. PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA
2. PENATAAN PERPARKIRAN
3. PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TENTANG AIR BERSIH DAN SEHAT MELALUI PENGELOLAAN – ( PDAM ) DENGAN BENAR.
4. PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KERJA SAMA ANTARA PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DENGAN PLN ( Perusahaan Listrik Negara ).
5. PELAYANAN PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK ( KTP ) DENGA PROSEDUR DAN PROSES YANG SANGAT MUDAH TANPA HARUS MEMBAYAR ( GRATIS ) DENGAN WAKTU SINGKAT.
6. PEBAIKAN JALAN LINGKUNGAN DENGAN SISTEM KESWADAYAAN ( GOTONG ROYONG ) MASYARAKAT DIDUKUNG DENGAN DANA PEMERINTAH.
7. PEMBERIAN FASILITAS KEMUDAHAN MEMPEROLEH RUMAH UNTUK KALANGAN LANSIA YANG BELUM PUNYA RUMAH.
8. MENINGKATKAN INVESTASI SEKTOR PERDAGANGAN DAN JASA UNTUK MEMACU DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP.
9. PEMELIHARAAN JALAN, SALURAN DAN SAMPAH YANG DISERAHKAN PELAKSANAANNYA KEPADA RW / RT SETEMPAT SEHINGGA LEBIH EFEKTIF DAN EFFISIEN.
10. TRANSPARANSI PUBLIK ( KETERBUKAAN TERHADAP MASYARAKAT ) ATAS ANGGARAN BELANJA DAERAH, BAIK SEBELUM DISYAHKAN MAUPUN SETELAH DISYAHKAN OLEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH ( DPRD ) KOTA PONTIANAK.

“ KOTA PONTIANAK SEHAT “
( Sejahtera, Aman, Tertata )



1. Membangun Kesejahteraan Ekonomi Kerakyatan Secara Merata Di Setiap Kecamatan.
2. Membangun Rasa Aman Dalam Bidang Pendidikan, Kesehatan Dan Lingkungan Hidup.
3. Melakukan Penataan Linkungan Hidup Bagi Warga Kota Pontianak.
4. Membangun Daya Saing Hidup Dan Kesehatan Bagi Seluruh Warga Kota Pontianak.
5. Terciptanya Profesionalisme Birokrasi.
6. Membangun Strategi Promisi Bagi Karakter Kota Pontianak Pada Bidang Pariwisata.
7. Membangun Infrastruktur Yang Memadai Secara Merata Di Setiap Kecamatan.
8. Terevitalisasinya Potensi Ekonomi Sungai Kapuas.
9. Membangun Kualitas Dan Derajat Hidup Kesehatan Warga Kota Pontianak.
10. Membangun Dan Menata Ruang Publik Yang Berkualitas Dn Tertata.


10 PROGRAM UNGGULAN
Drs. H. MOH. HAITAMI , M.Ag. – Ir. H. GUSTI HARDIYANSYAH, M.Sc.,QAM

1. Penataan dan penyediaan lokasi khusus untuk pembuangan sampah agar kebersihan dan kenyamanan kota tetap terjaga.
2. Perbaikan sarana penyaluran air guna mengatasi banjir.
3. Peningkatan jumlah fasilitas dan daya guna peralatan pembangkit tenaga listrik.
4. Peningkatan jumlah fasilitas dan daya guna peralatan pengadaan air bersih.
5. Sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.
6. Pemberian beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi .
7. Pemberian kesempatan dan bantuan kepada guru untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
8. Penataan dan penyediaan lokasi usaha bagi pengusaha kerajinan daerah.
9. Memaksimalkan peran tokoh agama dalam membina moral dan etika masyarakat.
10. Permudah layanan bagi masyarakat dengan birokrasi yang bersih.


9 MISI POKOK DAN PROGRAM PRIORITAS
H. GUSTI HERSAN ASLI ROSA – SETIAWAN LIM


1. Melakukan modernisasi pengelolaan pemerintahan menuju penyelenggaraan pemerintah yang bersih dengan pelayanan publik yang prima.
Program Prioritas : Meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam bidang administrasi, informasi, pajak, pendidikan dan kesehatan minimal 2 kali lebih baik, meningkatkan kesejahteraan PNS, bonus bagi PNS berprestasi, penyelenggaraan 5 hari kerja.

2. Mengembangkan perekonomian rakyat yang tangguh dan melakukan perluasan kesempatan usaha bagi masyarakat.
Program Prioritas : Mendorong terciptanya lokasi-lokasi usaha / perdagangan baru bagi masyarakat, membangun bussiness center sebagai kantor bersama bagi pengusaha pemula.

3. Mengembangkan iklim bisnis dan investasi yang kondusif dan berdaya saing .
Program Prioritas : Membangun sistem pelayanan bisnis dan investasi yang efektif dan efisien.

4. Mengembangkan sistem pendidikan yang bermutu dan mencerdaskan.
Program Prioritas : Pendidikan gratis 12 tahun, menekan angka putus sekolah, beasiswa bagi masyarakat tidak mampu, peningkatan kesejahteraan guru, bonus bagi pelajar berprestasi.

5. Memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Program Prioritas : Jaminan perawatan dan pengobatan gratis bagi warga miskin, meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas.

6. Mengembangkan lingkungan sosial budaya yang aman dan harmonis.
Program Prioritas : Membangun kebersamaan dalam perbedaan dan toleransi antar umat beragama.

7. Mengembangkan infrastruktur kota yang merata, akseleratif dan pro lingkungan hidup.
Program Prioritas : Pembangunan jalan lingkungan melalui program pembangunan 1000 gang, pembangunan saluran air, pembangunan jalan lingkar, serta peningkatan akses air bersih untuk rakyat hingga ke pelosok daerah.

8. Mengupayakan pengentasan kemiskinan dan pengangguran yang fokus dan terintegrasi.
Program Prioritas : Membuka lapangan usaha bagi pengusaha baru, memberikan bantuan modal bagi pengusaha kecil, mengembangkan kurikulum berbasiskan kewirausahaan di SMK-SMK.

9. Meningkatkan peran perempuan dan pemuda dalam segala aspek .
Program Prioritas : Peningkatan peran perempuan yang lebih luas dalam bidang pemerintahan, serta pelibatan pemuda dalam akselerasi pembangunan kota.

PASANGAN SETIA KAWAN
CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA
KOTA PONTIANAK PERIODE 2008-2013

Dra. Hj. SRI ASTUTI BUCHARI, M.Si & H. EKA KURNIAWAN, SE, MM


10 PROGRAM PRIORITAS / UNGGULAN


I. Kebijakan dan Program Pendidikan
1. Pogram Wajib Belajar 12 Tahun
2. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD & Taman Kanak-Kanak)
3. Pendidikan Yang Bermutu Murah dan Terjangkau

II. Kebijakan dan Program Kesehatan
1. Pelayanan Kesehatan yang bermutu, murah dan terjangkau berupa Pelayanan Gratis bagi orang yang tidak mampu dengan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan yang menyeluruh (Asuransi Kesehatan)

2. Peningkatan Program Posyandu yang menjadi program kesehatan bagian sistem jaminan kesehatan (di biayai dari Anggaran Kesehatan)

III. Kebijakan dan Program Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

1. Dengan mendirikan Industri berbasis unggulan daerah dan padat karya
2. Program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM)

IV. Peningkatan mutu dan kualitas pasar tradisional dan penyediaan fasilitas berjualan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL)

V. Peningkatan keterjangkauan pemodalan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan skema kredit bunga rendah dari Lembaga Penjaminan Kredit Daerah di sertai pendampingan menejemen usaha sejak dari hulu sampai hilir.

VI. Kebijakan dan Program Peningkatan Infrastruktur Perkotaan
a. Jalan
b. Drainase
c. Air Bersih
d. Kebersihan

VII. Program Peningkatan Fasilitas Pelayanan Publik
1. Peningkatan pelayanan publik di sektor pemerintahan antara lain KTP, KK
2. Peningkatan Pelayanan yang mudah, cepat dan akurat.

VIII. Program Peningkatan Kinerja dan Profesionalisme Aparatur Pemerintah.

IX. Peningkatan Program Pembinaan Pemuda
Peningkatan pembinaan di bidang olah raga baik dibidang Prestasi maupun Masyarakat.

X. Peningkatan program pembinaan di bidang Agama, Kebangsaan, dan ketertiban bermasyarakat.

PROGRAM UNGGULAN
PASANGAN SIIP
H. SUTARMIDJI SH, M.Hum – PARYADI, S. Hut

1. PENINGKATAN KUALITAS DAN PELEBARAN JALAN UTAMA DI KOTA PONTIANAK MAKSIMAL MENJADI 10 – 12 METER DAN PENATAAN ULANG DRAINASE KOTA.

2. PENUNTASAN PERBAIKAN JALAN LINGKUNGAN / GANG.

3. PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI ANTARA 500 – 1000 RUMAH / TAHUN.

4. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK.

5. TRANSPARANSI MANAGEMENT APBD.

6. PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DENGAN TARGET ANGKA KELULUSAN SISWA DIATAS 95 %.

7. PEMBANGUNAN GEDUNG SMP DAN SMU SERTA SMK BARU UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN MURAH, BERKUALITAS DAN MERATA.

8. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS DAN MEMBEBASKAN BIAYA BEROBAT DI PUSKESMAS.

9. PEMBERDAYAAN RT, RW DAN LPM DENGAN MENGEMBALIKAN PENDAPATAN DARI PBB (PAJAK BUMI DAN BANGUNAN) SEKTOR PERKOTAAN SEBAGAI DANA OPERASIONAL RT, RW DAN LPM.

10. MENUMBUH KEMBANGKAN NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGUNAN PARIWISATA DI KOTA PONTIANAK.


VISI DAN MISI PASANGAN PILWAKO

VISI DAN MISI PASANGAN CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PONTIANAK TAHUN 2008


NO. URUT
PASANGAN NAMA PASANGAN CALON
1. Drs. H. Moh. Haitami, M.Ag. – Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM.
Visi : ” PONTIANAK KOTA BERWAWASAN LINGKUNGAN SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA BERTARAF INTERNASIONAL”.
Misi : ” Mengelola Pontianak Menjadi Kota yang Bersih, Berkualitas, dan Religi dalam Suasana Kebersamaan yang Damai Sejahtera”.
2. Drg. Oscar Primadi, MPH – Drs. Hartono Azas L, MBA.
Visi: ” KOTA PONTIANAK SEHAT ( SEJAHTERA, AMAN, TERTATA)”.
Misi : ” Menjadikan Kota Pontianak yang Memiliki Daya Saing dan Berkualitas Hidup yang Tinggi”.
3. Ir. H.M. Abduh A. Rahim Dja’far – Muhammad Taha, SH.
Visi : ” PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA YANG AMAN, SEJAHTERA MELALUI PERDAGANGAN DAN JASA BERWAWASAN LINGKUNGAN ”.
Misi :
1. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Produktif dan Bertanggung jawab.
2. Mewujudkan suasana yang aman, tentram dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Pontianak.
3. Mewujudkan Sarana, Prasarana, Tata Ruang dan Wilayah Perkotaan Yang Berimbang dan Berwawasan Lingkungan Untuk Meningkatkan Nilai, Harkat dan Martabat Masyarakat
4. Mewujudkan Masyarakat Yang Madani, Inovatif dan Kreatif dengan memenuhi hak-hak warga sebagai masyarakat yang berbudaya, bermoral dengan mengedepankan kesejahteraan ibu dan anak.
5. Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Perkotaan Yang tinggi
6. Mewujudkan suasana yang kondusif bagi para pelaku dunia usaha dan industry untuk mencapai perkembangan perkotaan yang kuat dalam rangka menghadapi perdagangan bebas 2010
”.
4. H. Sutarmidji, SH, M.Hum – Paryadi, S.Hut
Visi : “ PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN TERDEPAN DALAM PEMBANGUNAN ”.
Misi :
1. Menigkatkan kualitas sumber daya manusia agar cerdas, lebih sehat, lebih berbudaya dan masyarakat yang beragam lebih harmonis
2. Menigkatkan pemberdayaan perempuan dan pemuda
3. Menigkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan mampu memberikan dampak mengurangi pengangguran
4. Meningkatkan keamanan, ketertiban dan menurunkan angka kriminalitas dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif
5. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar perkotaan untuk menunjang perkembangan perdagangan dan jasa
6. Mewujudkan tata ruang, tata kota dan wilayah yang seimbang, dan berwawasan lingkungan
7. Menigkatkan prinsip – prinsip good governance dan ketaatan hukum di masyarakat semakin meningkat.




5. Harso Utomo Suwito – H. Awaludin Rahmad
Visi : ” KOTA PONTIANAK AMAN, SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN ”.
Misi :
1. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) serta birokrasi yang efektif dan efisien.
2. Meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah agar mampu memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Pontianak.
3. Mewujudkan rasa aman, tentram dan damai masyarakat melalui penegakan hukum dan ketertiban yang tegas dan anti diskriminasi.
4. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan hak-hak dasar masyarakat serta pemberdayaan ekonomi rakyat.
5. Meningkatkan sarana dan prasarana kota Pontianak sebagai kota modern yang berwawasan lingkungan.
6. Menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian Kota secara umum.
7. Meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan Kota baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran demi mewujudkan kemajuan dan kemandirian kota Pontianak.
6. H. Gusti Hersan Aslirosa, SE – Setiawan Lim, SH.
Visi : ”Terwujudnya Sistem Perkotaan Pontianak yang Bersih dan Berkualitas sebagai Model Pusat Pertumbuhan Nasional dan Kawasan Andalan yang bertumpu pada kecerdasan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat”.
Misi :
1. Melakukan modernisasi pengelolaan pemerintahan menuju penyelenggaraan pemerintah yang bersih dengan pelayanan publik yang berkualitas.
2. Mengembangkan sistem pendidikan yang bermutu dan mencerdaskan
3. Memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu
4. Mengembangkan perekonomian rakyat yang tangguh dan melakukan perluasan kesempatan usaha bagi masyarakat.
5. Mengembangkan Iklim bisnis dan investasi yang kondusif dan berdaya saing
6. Mengembangkan struktur dan pola ruang yang tertata, percepatan infrastruktur kota yang merata, dan pro lingkungan hidup.
7. Mengembangkan lingkungan sosial budaya yang bersih dan berkualitas
8. Mengupayakan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran yang fokus dan terintegrasi.
9. Meningkatkan peran perempuan dan pemuda dalam segala aspek
7. Dra. Hj. Sri Astuti Buchari, M.Si – H. Eka Kurniawan, SE, MM.
Visi : ” PONTIANAK KOTA KHATULISTIWA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA YANG BERTARAF INTERNASIONAL.
PONTIANAK SEBAGAI PINTU TERDEPAN DAN TERMAJU DI SELURUH KALIMANTAN.
”.
Misi : ” Misi yang dituangkan dalam pelaksanaan Kebijakan dan Program Pembangunan Kota Pontianak sebagai berikut :
1. Kebijakan dan Program Pendidikan
2. Kebijakan dan Program Kesehatan
3. Kebijakan dan Program Penghapusan Kemiskinan dan Pengangguran
4. Kebijakan dan Program Pembangunan Infrastruktur/phisik
5. Kebijakan dan Program Peningkatan Fasilitas Pelayanan Publik
6. Kebijakan dan Program Peningkatan Fasilitas Pertanian
7. Kebijakan dan Program Peningkatan Fasilitas Peran Pemuda
8. Kebijakan dan Program Peningkatan Profesionalisme
9. Kebijakan dan Program Pembangunan Rohani